<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3527973452979458516</id><updated>2011-07-07T22:41:44.584-07:00</updated><category term='hari yang lebih baik'/><category term='itsar'/><category term='muslim'/><category term='Rasulullah'/><category term='airmata'/><category term='nisfu sya&apos;ban'/><category term='rumah tangga'/><category term='mendidik'/><category term='model rumah tangga islam'/><category term='menjadi lebih baik'/><category term='non musilim'/><category term='kepemimpinan'/><category term='rumah'/><category term='interakasi'/><category term='adab'/><category term='rajab'/><category term='amalan'/><category term='ramadhan'/><category term='persaudaraan'/><category term='model'/><category term='tangga'/><category term='bercanda'/><title type='text'>bagi apa yang mesti dibagi &amp; simpan apa yg mesti disimpan..</title><subtitle type='html'>mencoba berbagi dalam segala hal, yg sanggup dibagi.. :)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://armawi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3527973452979458516/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armawi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>my Blogs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06277553126216828355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8aB3d6tXJ14/SYY_M7LhzqI/AAAAAAAAACo/tcRczAvIeIQ/S220/maw.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3527973452979458516.post-4616378422906892185</id><published>2010-07-26T01:54:00.000-07:00</published><updated>2010-07-26T01:57:03.148-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rajab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nisfu sya&apos;ban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='amalan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ramadhan'/><title type='text'>Serba-Serbi Bulan Sya’ban</title><content type='html'>Alhamdulillah, saat ini kita telah menginjak bulan Sya’ban. Namun kadang kaum muslimin belum mengetahui amalan-amalan yang ada di bulan tersebut. Juga terkadang kaum muslimin melampaui batas dengan melakukan suatu amalan yang sebenarnya tidak ada tuntunannya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga dalam tulisan yang singkat ini, Allah memudahkan kami untuk membahas serba-serbi bulan Sya’ban. Allahumma a’in wa yassir (Ya Allah, tolong dan mudahkanlah kami).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak Berpuasa di Bulan Sya’ban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat suatu amalan yang dapat dilakukan di bulan ini yaitu amalan puasa. Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri banyak berpuasa ketika bulan Sya’ban dibanding bulan-bulan lainnya selain puasa wajib di bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka. Beliau pun tidak berpuasa sampai kami katakan bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156). Dalam lafazh Muslim, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya. Namun beliau berpuasa hanya sedikit hari saja.” (HR. Muslim no. 1156). Dari Ummu Salamah, beliau mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam setahun tidak berpuasa sebulan penuh selain pada bulan Sya’ban, lalu dilanjutkan dengan berpuasa di bulan Ramadhan.” (HR. Abu Daud dan An Nasa’i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang dimaksud dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya (Kaana yashumu sya’ban kullahu)? Asy Syaukani mengatakan, “Riwayat-riwayat ini bisa dikompromikan dengan kita katakan bahwa yang dimaksud dengan kata “kullu” (seluruhnya) di situ adalah kebanyakannya (mayoritasnya). Alasannya, sebagaimana dinukil oleh At Tirmidzi dari Ibnul Mubarrok. Beliau mengatakan bahwa boleh dalam bahasa Arab disebut berpuasa pada kebanyakan hari dalam satu bulan dengan dikatakan berpuasa pada seluruh bulan.” (Nailul Author, 7/148). Jadi, yang dimaksud Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa di seluruh hari bulan Sya’ban adalah berpuasa di mayoritas harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah di balik puasa Sya’ban adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Bulan Sya’ban adalah bulan tempat manusia lalai. Karena mereka sudah terhanyut dengan istimewanya bulan Rajab (yang termasuk bulan Harom) dan juga menanti bulan sesudahnya yaitu bulan Ramadhan. Tatkalah manusia lalai, inilah keutamaan melakukan amalan puasa ketika itu.&lt;br /&gt;   2. Puasa di bulan Sya’ban adalah sebagai latihan atau pemanasan sebelum memasuki bulan Ramadhan. Jika seseorang sudah terbiasa berpuasa sebelum puasa Ramadhan, tentu dia akan lebih kuat dan lebih bersemangat untuk melakukan puasa wajib di bulan Ramadhan. (Lihat Lathoif Al Ma’arif, hal. 234-243)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghidupkan Malam Nishfu Sya’ban dengan Shalat dan Do’a&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian ulama negeri Syam ada yang menganjurkan untuk menghidupkan atau memeriahkan malam tersebut dengan berkumpul ramai-ramai di masjid. Landasan mereka sebenarnya adalah dari berita Bani Isroil (berita Isroiliyat). Sedangkan mayoritas ulama berpendapat bahwa berkumpul di masjid pada malam Nishfu Sya’ban –dengan shalat, berdo’a atau membaca berbagai kisah- untuk menghidupkan malam tersebut adalah sesuatu yang terlarang. Mereka berpendapat bahwa menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan berkumpul di masjid rutin setiap tahunnya adalah suatu amalan yang tidak ada tuntunannya (baca: bid’ah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bagaimanakah jika menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan shalat di rumah dan khusus untuk dirinya sendiri atau mungkin dilakukan dengan jama’ah tertentu (tanpa terang-terangan, pen)? Sebagian ulama tidak melarang hal ini. Namun, mayoritas ulama -di antaranya adalah ‘Atho, Ibnu Abi Mulaikah, para fuqoha (pakar fiqih) penduduk Madinah, dan ulama Malikiyah -mengatakan bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang tidak ada tuntunannya (baca: bid’ah). (Lathoif Al Ma’arif, 247-248). Dan di sini pendapat mayoritas ulama itu lebih kuat (rojih). Adapun sanggahan untuk pendapat yang mengatakan bahwa menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan shalat sendirian di rumah tidaklah terlarang adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, tidak ada satu dalil pun yang shahih yang menjelaskan keutamaan malam Nishfu Sya’ban. Bahkan Ibnu Rajab sendiri mengatakan, “Tidak ada satu dalil pun yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat yang menganjurkan menghidupkan malam Nishfu Sya’ban. Dan dalil yang ada hanyalah dari beberapa tabi’in yang merupakan fuqoha’ negeri Syam.” (Lathoif Al Ma’arif, 248).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, ulama yang mengatakan tidak mengapa menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dan menyebutkan bahwa ada sebagian tabi’in yang menghidupkan malam tersebut, sebenarnya sandaran mereka adalah dari berita Isroiliyat. Lalu jika sandarannya dari berita tersebut, bagaimana mungkin bisa jadi dalil untuk beramal[?] Juga orang-orang yang menghidupkan malam Nishfu Sya’ban, sandaran mereka adalah dari perbuatan tabi’in. Kami katakan, “Bagaimana mungkin hanya sekedar perbuatan tabi’in itu menjadi dalil untuk beramal[?]” (Lihat Al Bida’ Al Hawliyah, 296)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, adapun orang-orang yang berdalil dengan pendapat bahwa tidak terlarang menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan shalat sendirian sebenarnya mereka tidak memiliki satu dalil pun. Seandainya ada dalil tentang hal ini, tentu saja mereka akan menyebutkannya. Maka cukup kami mengingkari alasan semacam ini dengan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Muslim no. 1718). Ingatlah, ibadah itu haruslah tauqifiyah yang harus dibangun di atas dalil yang shahih dan tidak boleh kita beribadah tanpa dalil dan tanpa tuntunan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Lihat Al Bida’ Al Hawliyah, 296-297)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah mengkhususkan malam Jum’at dari malam lainnya untuk shalat. Dan janganlah mengkhususkan hari Jum’at dari hari lainnya untuk berpuasa.” (HR. Muslim no. 1144) Seandainya ada pengkhususan suatu malam tertentu untuk ibadah, tentu malam Jum’at lebih utama dikhususkan daripada malam lainnya. Karena malam Jum’at lebih utama daripada malam-malam lainnya. Dan hari Jum’at adalah hari yang lebih baik dari hari lainnya karena dalam hadits dikatakan, “Hari yang baik saat terbitnya matahari adalah hari Jum’at.” (HR. Muslim). Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan agar jangan mengkhususkan malam Jum’at dari malam lainnya dengan shalat tertentu, hal ini menunjukkan bahwa malam-malam lainnya lebih utama untuk tidak boleh dikhususkan suatu ibadah di dalamnya kecuali jika ada suatu dalil yang mengkhususkannya. (At Tahdzir minal Bida’, 28). Semoga Allah selalu memberi hidayah kepada kaum muslimin yang masih ragu dengan berbagai alasan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa Setelah Pertengahan Sya’ban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika tersisa separuh bulan Sya’ban, janganlah berpuasa.” (HR. Tirmidzi no. 738 dan Abu Daud no. 2337) Dalam lafazh lain, “Jika tersisa separuh bulan Sya’ban, maka tidak ada puasa sampai datang Ramadhan.” (HR. Ibnu Majah no. 1651)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya para ulama berselisih pendapat dalam menilai hadits-hadits di atas dan hukum mengamalkannya. Di antara ulama yang menshahihkan hadits di atas adalah At Tirmidzi, Ibnu Hibban, Al Hakim, Ath Thahawiy, dan Ibnu ‘Abdil Barr. Di antara ulama belakangan yang menshahihkannya adalah Syaikh Al Albani rahimahullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan ulama lainnya mengatakan bahwa hadits tersebut adalah hadits yang mungkar dan hadits mungkar adalah di antara hadits yang lemah. Di antara ulama yang berpendapat demikian adalah ’Abdurrahman bin Mahdiy, Imam Ahmad, Abu Zur’ah Ar Rozi, dan Al Atsrom. Alasan mereka adalah karena hadits di atas bertentangan dengan hadits, “Janganlah mendahulukan Ramadhan dengan sehari atau dua hari berpuasa.” (HR. Muslim no. 1082). Jika dipahami dari hadits ini, berarti boleh mendahulukan sebelum ramadhan dengan berpuasa dua hari atau lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Atsrom mengatakan, “Hadits larangan berpuasa setelah separuh bulan Sya’ban bertentangan dengan hadits lainnya. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri berpuasa di bulan Sya’ban seluruhnya (mayoritasnya) dan beliau lanjutkan dengan berpuasa di bulan Ramadhan. Dan hadits di atas juga bertentangan dengan hadits yang melarang berpuasa dua hari sebelum Ramadhan. Kesimpulannya, hadits tersebut adalah hadits yang syadz, bertentangan dengan hadits yang lebih kuat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At Thahawiy mengatakan bahwa mayoritas ulama memang tidak mengamalkan hadits tersebut. Namun ada pendapat dari Imam Asy Syafi’i dan ulama Syafi’iyah, juga hal ini mencocoki pendapat sebagian ulama belakangan dari Hambali. Mereka mengatakan bahwa larangan berpuasa setelah separuh bulan Sya’ban adalah bagi orang yang tidak memiliki kebiasaan berpuasa ketika itu. Jadi bagi yang memiliki kebiasaan berpuasa (seperti puasa senin-kamis), boleh berpuasa ketika itu, menurut pendapat ini. (Lihat Lathoif Al Ma’arif, 244-245)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa Satu atau Dua Hari Sebelum Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah mendahulukan Ramadhan dengan sehari atau dua hari berpuasa kecuali jika seseorang memiliki kebiasaan berpuasa, maka berpuasalah.” (HR. Muslim no. 1082)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan keterangan dari Ibnu Rajab rahimahullah, berpuasa di akhir bulan Sya’ban ada tiga model:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, jika berniat dalam rangka berhati-hati dalam perhitungan puasa Ramadhan sehingga dia berpuasa terlebih dahulu, maka seperti ini jelas terlarang.&lt;br /&gt;Kedua, jika berniat untuk berpuasa nadzar atau mengqodho puasa Ramadhan yang belum dikerjakan, atau membayar kafaroh (tebusan), maka mayoritas ulama membolehkannya.&lt;br /&gt;Ketiga, jika berniat berpuasa sunnah semata, maka ulama yang mengatakan harus ada pemisah antara puasa Sya’ban dan Ramadhan melarang hal ini walaupun itu mencocoki kebiasaan dia berpuasa, di antaranya adalah Al Hasan Al Bashri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang tepat dilihat apakah puasa tersebut adalah puasa yang biasa dia lakukan ataukah tidak sebagaimana makna tekstual dari hadits. Jadi jika satu atau dua hari sebelum Ramadhan adalah kebiasaan dia berpuasa –seperti puasa Senin-Kamis-, maka itu dibolehkan. Namun jika tidak, itulah yang terlarang. Pendapat inilah yang dipilih oleh Imam Asy Syafi’i, Imam Ahmad dan Al Auza’i. (Lihat Lathoif Al Ma’arif, 257-258)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa ada larangan mendahulukan puasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan? Pertama, jika berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan adalah dalam rangka hati-hati, maka hal ini terlarang agar tidak menambah hari berpuasa Ramadhan yang tidak dituntunkan. Kedua, agar memisahkan antara puasa wajib Ramadhan dan puasa sunnah di bulan Sya’ban. (Lihat Lathoif Al Ma’arif, 258-259)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pembahasan singkat kami mengenai panduan amalan di bulan Sya’ban. Semoga apa yang kami suguhkan ini bermanfaat bagi kaum muslimin sekalian. [Muhammad Abduh Tuasikal]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At Tauhid edisi V/30&lt;br /&gt;Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://buletin.muslim.or.id/fiqih/serba-serbi-bulan-sya%E2%80%99ban&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3527973452979458516-4616378422906892185?l=armawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armawi.blogspot.com/feeds/4616378422906892185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3527973452979458516&amp;postID=4616378422906892185&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3527973452979458516/posts/default/4616378422906892185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3527973452979458516/posts/default/4616378422906892185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armawi.blogspot.com/2010/07/serba-serbi-bulan-syaban.html' title='Serba-Serbi Bulan Sya’ban'/><author><name>my Blogs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06277553126216828355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8aB3d6tXJ14/SYY_M7LhzqI/AAAAAAAAACo/tcRczAvIeIQ/S220/maw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3527973452979458516.post-3862744008836448610</id><published>2010-07-06T02:49:00.000-07:00</published><updated>2010-07-06T02:55:08.198-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rumah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mendidik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='muslim'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='model rumah tangga islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='model'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rumah tangga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tangga'/><title type='text'>sudah siapkah berumah tangga??</title><content type='html'>Sudah siap untuk berumah tangga?? (siap dari segi materi dan ilmu)&lt;br /&gt;Di bawah ini ada beberapa model rumah tangga (ilmunya) yang akan dijelaskan, selanjutnya kita bisa menilai model rumah tangga apakah yang akan kita wujudkan..&lt;br /&gt;1. Model rumah tangga gaya hotel. Hotel adalah tempat transit, bukan tempat tinggal tetap. Kalau kita melihat ada sebuah rumah tangga di mana suami pulang ke rumah hanya untuk numpang tidur, makan, ama buang air, maka sebenarnya model rumah tangga itu sudah bisa disebut model rumah tangga gaya hotel. Kalau model rumah tangga seperti itu, maka bersiaplah dengan kata perceraian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Model rumah tangga gaya rumah sakit. Apa yang ada di dalam rumah sakit ?? Di dalam rumah sakit ada yang namanya pasien ada yang namanya dokter. Model rumah tangga gaya rumah sakit adalah model rumah tangga yang didasarkan pada politik balas jasa. Masing-masing merasa berjasa, merasa lebih sehingga tidak akan ketemu, tidak ada sinergi. Suami merasa lebih berjasa kepada istrinya, istrinya pun merasa lebih berjasa kepada suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Model rumah tangga gaya pasar. Di pasar ada penjual dan pembeli. Si pembeli ingin membeli barang semurah mungkin, sebaliknya si penjual ingin menjual barang semahal mungkin. Si pembeli dan si penjual sama-sama mengatakan, “Pokoknya harganya sekian.” Dua-duanya pakai kata pokok. Tidak ada kompromi sedikitpun. Begitu pula dalam rumah tangga, kalau suami mengatakan pokoknya dan istri mengatakan pokoknya, maka tidak ada lagi kesepakatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Model rumah tangga gaya kuburan. Bagaimana suasana kuburan ?? Suasana yang khas dari kuburan adalah sunyi, senyap, tenang, dan tidak ada suara. Itulah rumah tangga gaya kuburan. Suami istri hidup sudah puluhan tahun tidak pernah komunikasi, tidak pernah ada kata-kata. Suami dan istri saling tidak bertegur sapa. No communication. No words. Pernah sebuah kejadian di sebuah kota, ada sebuah keluarga tidak pernah mengadakan komunikasi antara suami dengan istri, akhirnya anak itu mengalami kesulitan berbicara, gagap dalam berbicara meskipun terlahir normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Model rumah tangga gaya sekolah. Kenapa dikatakan gaya sekolah ?? Model rumah tangga gaya sekolah ditandai dengan 3A. A yang pertama adalah Asah. A yang kedua adalah Asih. A yang ketiga adalah Asuh. Kalau kita sependapat dengan model rumah tangga gaya ini, maka mulai detik ini dan mulai saat ini kita harus berkomitmen dengan pasangan hidup kita. Kita harus bertekad dan berkomitmen untuk saling mengasah, mengasih, dan mengasuh. Kata saling di sini karena ada komunikasi dua arah, bukan satu arah, bukan suami terhadap istri atau istri terhadap suami, harus ada dua arah. Dalam suatu rumah tangga yang sudah komitmen, maka mereka mengawal komitmen itu bersama. Bukan hanya satu pihak, tapi dua pihak sekaligus. Siap dengan 3A tadi ?? Saling mengasah, saling menajamkan wawasan. Bisa jadi suami tidak memiliki wawasan yang luas, begitu pula sang istri. Dengan adanya pertemuan suami istri, terjadilah pertukaran wawasan. Sharing knowledge, sharing experience, berbagi wawasan dan pengalaman. Saling mengasihi dan saling mengasuh. Saling memberikan asuhan saling memberikan asih, saling kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Model rumah tangga gaya masjid. Kenapa masjid ?? Masjid adalah sebuah gambaran model rumah tangga sakinah mawaddah wa rahmah yang menjadi dambaan dan harapan setiap keluarga. Ada empat ciri rumah tangga gaya masjid :&lt;br /&gt;* Ketulusan&lt;br /&gt;* Ada imam ada makmum&lt;br /&gt;* Loyalitas&lt;br /&gt;* Keselamatan, ketenangan, dan kedamaian senantiasa mewarnai suasana dalam rumah tangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan yang bisa diambil adalah untuk menjadi keluarga yang unggul ada beberapa hal yang harus diperhatikan.&lt;br /&gt;Pertama, tentukan akhir yang diinginkan dalam kehidupan rumah tangga. Tentukan model rumah tangga yang tepat, tentunya untuk yg menginginkan keselamatan dunia akhirat, pilihan gaya rumah tangga sekolah dan masjid adalah jawabnya.&lt;br /&gt;Kedua, tanamkan dalam pikiran kita dan pasangan kita komitmen untuk memulai. Tidak ada kata terlambat untuk memulai saat ini, terus mempersiapkan diri dengan ilmu.. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari yang terdahulu, maka dia termasuk orang-orang yang sukses”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3527973452979458516-3862744008836448610?l=armawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armawi.blogspot.com/feeds/3862744008836448610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3527973452979458516&amp;postID=3862744008836448610&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3527973452979458516/posts/default/3862744008836448610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3527973452979458516/posts/default/3862744008836448610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armawi.blogspot.com/2010/07/sudah-siapkah-berumah-tangga.html' title='sudah siapkah berumah tangga??'/><author><name>my Blogs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06277553126216828355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8aB3d6tXJ14/SYY_M7LhzqI/AAAAAAAAACo/tcRczAvIeIQ/S220/maw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3527973452979458516.post-6976232225823409490</id><published>2010-03-16T19:22:00.000-07:00</published><updated>2010-03-16T19:25:21.168-07:00</updated><title type='text'>.: kembali belajar Linux, MySql :.</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;df -h&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;[mawi@upd05 ~]$ df -h&lt;br /&gt;Filesystem            Size  Used Avail Use% Mounted on&lt;br /&gt;/dev/cciss/c0d0p5     9.5G  4.1G  5.0G  45% /&lt;br /&gt;/dev/cciss/c0d0p1      99M  9.9M   84M  11% /boot&lt;br /&gt;/dev/cciss/c0d0p3      57G   13G   42G  24% /data1&lt;br /&gt;/dev/cciss/c0d0p2      57G   25G   30G  46% /data2&lt;br /&gt;tmpfs                 1.7G     0  1.7G   0% /dev/shm&lt;br /&gt;/dev/cciss/c0d0p6     2.9G  2.6G  154M  95% /home&lt;br /&gt;/dev/cciss/c0d0p8     1.9G  205M  1.6G  12% /tmp&lt;br /&gt;/dev/cciss/c0d0p7     2.4G  159M  2.1G   7% /usr/local&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3527973452979458516-6976232225823409490?l=armawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armawi.blogspot.com/feeds/6976232225823409490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3527973452979458516&amp;postID=6976232225823409490&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3527973452979458516/posts/default/6976232225823409490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3527973452979458516/posts/default/6976232225823409490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armawi.blogspot.com/2010/03/kembali-belajar-linux-mysql.html' title='.: kembali belajar Linux, MySql :.'/><author><name>my Blogs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06277553126216828355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8aB3d6tXJ14/SYY_M7LhzqI/AAAAAAAAACo/tcRczAvIeIQ/S220/maw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3527973452979458516.post-2701159230569999899</id><published>2010-02-11T19:23:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T19:24:59.074-08:00</updated><title type='text'>* Assalamu Alaikum *: Jika Kita Gelisah…</title><content type='html'>&lt;a href="http://bintangkejora87.blogspot.com/2010/01/jika-kita-gelisah.html#comments"&gt;* Assalamu Alaikum *: Jika Kita Gelisah…&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;maka akan selalu ada tempat untuk menenagkannya..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3527973452979458516-2701159230569999899?l=armawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armawi.blogspot.com/feeds/2701159230569999899/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3527973452979458516&amp;postID=2701159230569999899&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3527973452979458516/posts/default/2701159230569999899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3527973452979458516/posts/default/2701159230569999899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armawi.blogspot.com/2010/02/assalamu-alaikum-jika-kita-gelisah.html' title='* Assalamu Alaikum *: Jika Kita Gelisah…'/><author><name>my Blogs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06277553126216828355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8aB3d6tXJ14/SYY_M7LhzqI/AAAAAAAAACo/tcRczAvIeIQ/S220/maw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3527973452979458516.post-7732406744023728952</id><published>2009-12-28T17:11:00.000-08:00</published><updated>2009-12-28T17:12:47.521-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='itsar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='muslim'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='persaudaraan'/><title type='text'>Itsar, Puncak Persaudaraan Seorang Muslim</title><content type='html'>Mukadimah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Innamal mukminuna ikhwah. Faaslihu baina akhawaikum” (QS 49 : 10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah orang-orang yang berselisih diantaramu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Innal muslim akhul muslim” (sesungguhnya muslim itu saudara bagi muslim lainnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan Islam adalah sarana efektif dalam dakwah fardhiyah, selain itu ia juga memberikan sekaligus manfaat duniawi, ukhrawi, dan diniyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persatuan dan persaudaraan yang paling kekal adalah jika didasari kesamaan dan kesatuan aqidah. Jadi asas pemersatu yang paling kuat dan langsung adalah kesatuan aqidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam QS 3 : 103 nampak jelas bahwa Allah yang mempersatukan hati-hati manusia dan menjadikan mereka bersaudara. Jadi ukhuwah Islamiyah, ta’liful qulub (persatuan hati) adalah kerja Allah dan bukan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja manusia harus berikhtiar lebih dulu dengan sama-sama berpegang teguh kepada tali Allah (yakni Al Islam) dan berusaha menyelaraskan diri dengan Islam serta memperbaiki hubungan antar sesama manusia. (QS 8 : 1). Bila sudah demikian insya Allah ukhuwah Islamiyah akan terwujud dengan sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam harakah dikenal paduan antara iltizam yang sempurna dan ukhuwah Islamiyah. Bila yang ada hanya disiplin yang sempurna (iltizamul kamil), maka suasana akan terasa kaku, kering, gersang seperti di markas militer. Sedangkan bila hanya sibuk dengan masalah ukhuwah tetapi mengabaikan iltizam, disiplin maka akan seperti sekumpulan orang tanpa arahan dan bimbingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pribadi-pribadi muslim yang shalih/shalihah yang memiliki iltizam yang baik namun tetap diwarnai ukhuwah, bila bersatu padu dan bekerja sama akan seperti bangunan yang kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhuwah Islamiyah dapat sekaligus memberi manfaat duniawiyah, diniyah, dan ukhrawiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditilik dari manfaat duniawiyah, ukhuwah Islamiyah dapat membuat seorang muslim dapat terkena imbas manfaat rizki dan kedudukan yang dimiliki saudaranya sepanjang tidak melenceng dari jalur kebenaran. Sikap seorang muslim yang baik, ia tidak akan pernah iri ataupun hasad terhadap kelebihan-kelebihan rezeki, kedudukan, keilmuwan dll yang dimiliki saudaranya. Bahkan seharusnya ia ikut merasa bersyukur karena ia pun dapat terkena efek positif dengan segala kelebihan yang dimiliki saudaranya. Kalau perlu dan mampu sebaiknya bahkan ia turut berpacu dalam kebaikan agar bermanfaat bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imbas manfaat memang tidak boleh menjadi tujuan utama dalam menjalin ukhuwah, tetapi sekedar efek samping yang harus disyukuri. Misalnya punya teman, saudara seaqidah yang pandai dalam bidang matematika kita bisa belajar darinya. Atau punya teman dokter, maka ia bisa menjadi konsultan kesehatan bagi kita, kapan saja kita butuh pertolongan medis, ia siap sedia menolong kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika imbas manfaat (intifa’) dijadikan tujuan utama, dikhawatirkan kita akan bersikap memilih-milih dalam berteman dan menda’wahi seseorang. Kemungkinan besar kita hanya mau berteman atau menda’wahi orang-orang yang kira-kira menguntungkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat duniawiyah yang kedua adalah kita akan memiliki soliditas dan kekompakan dalam hal kemaslahatan atau kebaikan. Kita akan tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa serta saling bercermin karena Rasulullah SAW. Juga besabda sesungguhnya, mukmin cermin bagi saudaranya yang lain kemudian Umar ra pernah mengatakan pula bahwa kalau bukan karena tiga hal, niscaya ia tidak akan betah hidup di dunia. Ketiga hal tersebut ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Memiliki kuda perang terbaik yang digunakan untuk berperang di jalan Allah Taala.&lt;br /&gt;- Bersusah payah di waktu malam (qiamul lail)&lt;br /&gt;- dan bergaul dengan orang-orang yang sidiq (benar dalam sikap, lisan, dan perbuatannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditilik dari manfaat diniyah (dari segi agama) paling tidak ada lima hal yang dapat diperoleh seseorang bila ia senantiasa menjaga ukhuwah Islamiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Saling mencintai di jalan Allah Taala. Orang yang saling mencintai di jalan Allah Taala akan dapat merasakan manisnya iman, memperoleh naungan di hari kiamat (hadits 7 golongan, di antara orang-orang yang saling mencintai karena Allah Taala, menjadi sebaik-baiknya sahabat di sisi Allah Taala dan akhirnya akan memperoleh mimbar dari cahaya di hari kiamat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tolong-menolong dalam ketaatan. Orang-orang yang berukhuwah akan selalu siap tolong-menolong dalam kebaikan dan ketaatan kepada Allah Taala dan Rasul-Nya. Di jaman Rasulullah hal itu jelas terlihat seperti menolong biaya orang yang akan menikah, sesama muslimah meminjamkan pakaian bagus agar saudarinya juga bisa hadir di shalat Idul Fitri atau Idul Adha, meminjamkan uang tanpa bunga. Jadi bukan menolong orang karena ada maksud-maksud tertentu atau ingin meraih keuntungan yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mensucikan, mengagungkan Al haqq atau kebenaran. Dalam QS 103:3 disebutkan bahwa hendaknya kita saling tolong-menolong mengingatkan untuk menepati kebenaran dan untuk bersabar. Orang yang berukhuwah akan bahu membahu menegakkan kebenaran. Persahabatan mereka tulus karena sama-sama mencintai kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Persamaan dan kesejajaran, Firman Allah Taala QS 49:13 “Inna akramakum ‘indallahu atqaakum” benar-benar diwujudkan oleh orang-orang yang berukhuwah. Mereka benar-benar sadar dan merasa bahwa manusia sama, sejajar, setara di hadapan Allah Taala. Yang membuat seseorang lebih tinggi derajatnya di hadapan Allah Taala adalah jika kadar ketakwaannya lebih tinggi. Dalam hadits di tegaskan bahwa Allah Taala tidak melihat perbedaan fisik atau atribut-atribut duniawi melainkan langsung ke dalam hati manusia. Karena itu dalam Islam baik Abu Bakar yang bangsawan Arab berkulit putih maupun Bilal bekas budak berkulit hitam, kedua-duanya merupakan sahabat-sahabat yang wajib kita hormati dan kita teladani. Dan kedua-duanya sudah diketahui akan masuk surga, padahal mereka masih hidup saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Saling menghormati. Sesama muslim yang berukhuwah akan saling menghormati satu sama lain. Mereka juga saling berlomba memberi salam lebih dulu. Dalam hadits dikatakan Rasulullah saw., “Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati orang-orang yang lebih tua dan menyayangi orang-orang yang lebih muda”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Itsar: Mementingkan saudara seaqidahnya lebih dari dirinya sendiri. Bisa dikatakan bahwa itsar adalah puncak ukhuwah Islamiyah. Bila bentuk minimal ukhuwah adalah “Salamatus Shodr”, kelapangan dada terhadap saudara seiman maka Itsar adalah bentuk maksimal ukhuwah itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya manfaat tertinggi dan hakiki adalah manfaat ukhrawi yakni balasan optimal yang akan di peroleh di akhirat kelak. Ribathul Ukhuwah (ikatan ukhuwah) dan Ribathul Jamaah (ikatan jamaah) yang terjalin kuat di dunia insya Allah akan berlanjut di akhirat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas tiga hal akan diterima orang-orang yang senantiasa menghidupkan ukhuwah, yakni:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mendapat mimbar dari cahaya pada saat menunggu dihisab.&lt;br /&gt;2. Mendapat pertolongan atau naungan Allah Taala di hari dimana tak ada pertolongan selain pertolongan-Nya.&lt;br /&gt;3. Mendapat Al-Jannah (surga)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itsar, puncak ukhuwah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna Itsar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara bahasa itsar berarti mementingkan orang lain lebih dari diri sendiri. Dari segi fitrah setiap manusia yang masih terjaga fitrah kemanusiaannya juga dapat berbuat mulia, mementingkan orang lain dan bukan diri sendiri serta menolong orang lain tanpa memikirkan diri sendiri. Di Inggris pernah terjadi kasus penyelamatan seorang anak yang jatuh di rel kereta api oleh seorang laki-laki. Alhamdulillah anak itu bisa diselamatkan, namun sebelah tangan laki-laki itu putus tersambar kereta api yang melaju kencang. Mungkin seumur hidupnya anak tersebut takkan bisa melupakan jasa seseorang yang rela mengorbankan sebelah tangannya untuk menyelamatkan nyawanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi istilah, itsar adalah salah satu manfaat diniyah (manfaat keagamaan) yang terwujud bila terjalin ukhuwah di antara orang-orang yang seaqidah. Ia juga dikatakan wujud maksimal ukhuwah Islamiyah yang dimiliki seseorang. Dalam rangka menggapai mardhatillah semata, seorang muslim bersedia berkorban mendahulukan kepentingan orang lain di atas dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urgensi dan keutamaan Itsar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam QS 9:128 digambarkan sifat-sifat Rasulullah saw. yang mudah berempati pada penderitaan orang lain, senantiasa menginginkan kebaikan bagi orang lain dan santun serta pengasih dan penyayang terhadap sesama mukmin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan di dunia yang jauh dari sifat-sifat mulia akan dipenuhi keserakahan dan keegoisan, nafsi-nafsi, lu-lu, gua-gua. Semuanya mementingkan diri dan keluarganya saja termasuk para pemimpinnya yang mengidap penyakit kronis berupa KKN. Kehidupan yang individualistis (nafsi-nafsi) egoistis (mementingkan diri sendiri) dan apatis (masa bodoh terhadap orang lain) adalah cerminan masyarakat yang tidak menegakkan ukhuwah Islamiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya kehidupan di masyarakat metropolis atau kosmopolis ada seorang tunawisma yang meninggal di dekat tempat sampah lalu di bawa ke RSCM akhirnya dikuburkan tanpa kehadiran sanak saudaranya. Atau orang-orang tua yang ditaruh di panti-panti jompo. Jarang dijenguk dan menjalani proses sakaratul maut sendirian tanpa didampingi atau ditalkinkan anak-cucu. Benar-benar mengenaskan. Sulit kita membayangkan keridhaan dan keberkahan Allah Taala akan tercurah kepada masyarakat yang jauh dari nilai-nilai kebaikan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah mengatakan bukan dari golongan kami orang yang tidur dalam keadaan kenyang sementara tetangganya kelaparan. Begitu pula di hadits lain “Bukan golongan kami orang yang tidak peduli pada urusan orang Islam”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sifat itsar sangat penting untuk memerangi sifat-sifat buruk seperti egois, kikir, individualis dsb serta menumbuhsuburkan sifat-sifat mulia seperti peduli, empati, pemurah dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan orang yang berbuat itsar di dunia ia akan dicintai oleh orang-orang yang pernah merasakan kebaikannya dan mempererat ukhuwah serta di akhirat nanti akan mendapatkan mimbar terbuat dari cahaya, naungan dan lindungan Allah Taala serta Al-Jannah (surga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itsar generasi salafus shalih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah pernah bersabda, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq manusia.” Dan beliau dengan pujian Allah Taala dalam QS 68:4 dan QS 9:128 yang sudah dicantumkan di bagian terdahulu tulisan ini menggambarkan sosok beliau yang mudah berempati, peka dan peduli terhadap penderitaan orang lain. Kemudian selalu menginginkan kebaikan bagi orang lain dan bersifat santun serta kasih sayang terhadap mukmin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti kemampuan berempati beliau, terlihat saat beliau segera tahu bahwa Abu Hurairah kelaparan tanpa harus diberitahu, padahal sebelumnya Abu Bakar dan Umar pun tak bisa menangkap sinyal-sinyal Abu Hurairah butuh bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau tidak pernah menolak siapa saja yang minta bantuan dan pertolongan beliau padahal beliau sendiri sering kelaparan seperti nampak pada kisah beliau, Abu Bakar dan Umar ra sama-sama lapar dan dijamu makan oleh Abu Ayyub Al Anshari. Beliau meneteskan air mata kemudian berucap, “Kelak kalian akan ditanya akan nikmat ini, ketika kalian pergi dari rumah dalam keadaan lapar dan pulang dalam keadaan kenyang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau hidup sangat sederhana dan tidur di atas tikar jerami sampai Umar menangis melihatnya dan Fatimah kelak bersyair di tepi kuburan bapaknya, “Ya ayahhandaku punggungnya penuh dengan bilur-bilur tikar”. Tetapi beliau tidak mau tikarnya itu dilipat terlalu banyak di bagian atasnya sebagai bantal karena takut tidurnya terlalu nyenyak bila terlalu empuk, sehingga khawatir tidak bisa bangun shalat malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah juga menegaskan bahwa dunia bukan dari dan untuk keluarga Muhammad di saat Fatimah mendapat perhiasan, bagian dari rampasan perang hingga akhirnya putrinya mengembalikannya. Ia juga menasihati Fatimah dan Ali dengan bacaan-bacaan dzikir pada saat mereka minta khadimah dari tawanan perang. Rasulullah juga menghukum keras istri-istrinya yang meminta penghidupan (maisah) yang lebih dan perhiasan dengan cara mengasingkan diri selama sebulan hingga akhirnya Allah menawarkan opsi dalam wahyu-Nya di surat At Tahrim. Apakah istri-istri nabi tersebut memilih nabi dan kehidupan akhirat ataukah dunia. Tentu saja mereka memilih Rasulullah dan surga kelak walaupun kini hidup prihatin di dunia. Terlihat betapa Rasulullah lebih mementingkan yang lain ketimbang diri dan keluarganya karena pada saat yang bersamaan beliau ridha saja para sahabat dan istri-istrinya hidup berkecukupan dan memakai perhiasan hasil rampasan perang serta memiliki khadimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sampai di saat-saat terakhir kehidupannya pun beliau tetap memikirkan umatnya dan bukan dirinya dan keluarganya sehingga ia tidak mewariskan apa-apa bagi keluarganya. Ucapan yang keluar dari mulut beliau di akhir kehidupannya adalah, “Ummati….Ummati….” (Umatku…Umatku…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keteladanan Rasulullah saw. dalam hal tersebut ternyata membias pula pada sahabat-sahabat yang utama seperti Abu Bakar, Abu Thalhah atau istri-istri beliau seperti Khadijah, Aisyah dan Zainab binti Jahsy serta Saudah binti Zum’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat ketika terjadi pengumpulan dana untuk berjihad fisabilillah semua sahabat berlomba-lomba untuk menginfaqkan segala yang dimilikinya.Termasuk sahabat-sahabat yang utama seperti Abu Bakar, Umar dan Utsman. Kemudian Rasulullah bertanya kepada Umar, “Bagitu banyak yang kau infaqkan Umar, adakah yang tersisa untuk keluargamu?” Umar pun lalu menjawab, “Sebanyak itu pula ya Rasulullah”. Jadi istilahnya fifty-fifty, atau separuh-separuh. Jawaban seperti itu pun meluncur pula dari lidah Utsman ketika ditanya juga oleh Rasulullah dengan pertanyaan yang sama. Namun tatkala pertanyaan tersebut diajukan kepada Abu Bakar As shidiq ra, jawabannya sungguh mencengangkan dan menimbulkan decak kagum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk keluargaku kutinggalkan Allah dan Rasulnya” Artinya keseluruhannya (100%) diinfaqannya di jalan Allah, sedangkan urusan keluarganya ia pasrahkan kepada Allah. Umar sampai berucap, “Sungguh aku tak akan bisa mengalahkan Abu Bakar selama-lamanya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula, pada saat Abu Bakar pergi hijrah mendampingi Rasulullah. Dananya dihabiskan untuk membiayai kepergiannya hijrah bersama Rasulullah. Namun istri dan putri-putrinya memang luar biasa pula. Ketika kakek Asma atau ayah Abu Bakar yakni Abu Quhafah marah-marah kepada Abu Bakar yang dianggapnya tidak bertanggung jawab meninggalkan keluarganya begitu saja, maka Asma menenangkan kakeknya yang buta itu dengan memperdengarkan bunyi kerikil-kerikil seolah itu kepingan dirham yang banyak. “Tenang saja kek, ayah tidak menyia-nyiakan kami”, ujar Asma. Barulah Abu Quhafah menjadi tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi kisah itsar yang sangat indah dan diabadikan oleh Allah dalam QS Al-Hasyr ayat 8 dan 9. Dalam terjemah singkat tafsir Ibnu Katsier jilid 8 diungkap tentang itsar yang ditunjukkan orang-orang Anshar terhadap saudara-saudara mereka kaum muhajirin (QS 59:8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi iman dan pembuktiannya kaum muhajirin meninggalkan sanak saudaranya, harta benda, dan kampung halamannya. Seperti Shuaib bin Sinan Ar Rumy yang dihadang dan dipaksa menyerahkan seluruh harta bendanya, dan Rasulullah saw. bersabda : ‘Beruntunglah Abu Yahya (Shuaib) dengan perniagaannya (artinya rela melepas harta benda dunia dengan keridhoan Allah da Rasul-Nya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhuwah Islamiyah yang dilandasi iman membuat suku Aus dan Khazraj di Yatsrib (kemudian menjadi Madinah) yang dahulunya bertikai menjadi damai dan bersaudara (QS 3:103) Kemudian, membuat kaum muhajirin yang datang dari Mekkah bersatu dengan kaum Anshar (penduduk asli Yatsrib) yang bersedia menolong dan menampung saudara-saudara seiman tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sahabat-sahabat Nabi saw. kaum muhajirin tiba di Yatsrib (Madinah), mereka segera dipersaudarakan dengan orang-orang Anshar. Di antaranya Abdurrahman bin Auf dengan Sa’ad bin Raby yang kemudian menawarkan separuh hartanya dan 1 dari 2 istrinya untuk Abdurrahman bin Auf. Jika Sa’ad memiliki sifat itsar, maka kebalikannya Abdurrahman bin Auf memiliki sifat iffah (memelihara diri dari meminta-minta). Ia menolak halus tawaran Sa’ad bin Raby dan hanya minta ditunjukkan pasar. Ia pun berusaha sampai berhasil dalam perniagaannya bahkan merintis dan membangun pasar Ukaz yang menandingi pasarnya Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ayat kesembilannya disebutkan ada orang Anshar yang tulus mencintai, tanpa pamrih dan dan mengutamakan kawan lebih dari diri sendiri, meskipun mereka merasa lapar. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, merekalah orang yang berbahagia dan beruntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits riwayat muslim dari Abu Hurairah, sepasang suami istri yang memenuhi perintah Rasulullah untuk memberi makan musafir yang kelaparan itu adalah Abu Thalhah dan Ummu Sulaim/ Rumaisha binti Milhan. Mereka sendiri malam itu segera menidurkan anak-anak mereka yang lapar dan berpura-pura makan agar tamu mereka makan dengan tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal yang sedang disantap oleh tamu mereka itu adalah saru porsi terakhir yang mereka miliki hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ayat 9 tersebut Allah menegaskan “Wa yu’ tsiruuna alaa anfusihim walau kana bihim khashan’shah” (mereka itsar terhadap orang lain dibanding ke diri mereka sendiri walaupun mereka sendiri kelaparan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika keesokan hari Rasulullah berjumpa dengan Abu Thalhah, beliau bersabda, “Sungguh Allah sangat gembira (tersenyum) menyaksikan perbuatan Anda berdua”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir kesemua istri Nabi saw. menunjukkan sifat pemurah dan itsarnya. Istri pertama yang paling dicintainya, dan tak pernah dapat dilupakannya: Khadijah menunjukkan itsar saat Rasulullah meminta pembantu Kahdijah: Zaid bin Haritsah untuk menjadi pembantunya. Beliau juga menginfqkan seluruh harta kekayaannya untuk perjuangan fisabilillah menyebarkan agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri Rasulullah seperti Zainab binti Jahsy yang pandai berwiraniaga juga terkenal dermawan dan suka membantu orang lain. Saudah bunti Zum’ah istri Rasulullah yang walaupun hanya berjualan roti kuah ala Thaif pun ikut berinfaq dengan hasil dagangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummul mukminin Aisyah ra yang terkenal kepandaiannya sekaligus juga kedermawanannya pernah mendapat uang 40.000 dirham dari baitul mal. Oleh Aisyah harta itu segera di bagi-bagikan kepada fakir miskin sampai-sampai lupa menyisihkan sedikit saja untuk dirinya. Sampai ditegur Ummu Burdah yang membantunya, “Ya Ummul mukminin kenapa tak kau sisihkan sedikit saja untuk membeli makanan berbuka, bukankah engkau sedang berpuasa,” “Ya Ummu Burdah, kenapa tadi tak kau ingatkan”, jawab Aisyah tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah itsar yang sangat heroik terjadi pada saat perang Yarmuk. Ikrimah bin Abu Jahl seorang mujahid bersama dua sahabat yang lain terbaring dengan luka-luka sangat parah. Ketika seorang sahabat hendak memberinya minum, ia menolak dan menyuruh air itu diberikan ke teman di sebelahnya. Ketika air itu akan diberikan kesebelahnya, orang tersebut juga menyuruh diberikan lagi ke sebelahnya pula. Ia memilih mengalah pula pada saat-saat yang penting tersebut. Namun orang ketiga yang dimaksud sudah meninggal, ketika kembali lagi si pemberi minum ke sahabat yang tengah, ternyata ia sudah syahid juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika beranjak ke Ikrimah, ia pun telah syahid. Subhanallah dalam detik-detik terakhir kehidupan atau di saat-saat kritis sekalipun mereka tetap menjaga itsar mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sangat kontras terjadi pada kita, saat kita menoleh ke kondisi umat Islam saat ini yang terpecah-pecah, tercabik-cabik dan terkotak-kotak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa Nabi saw. yang dikabulkan saat meminta umatnya diselamatkan dari bahaya banjir dan kelaparan dan tidak dikabulkan saat meminta umatnya diselamatkan dari bahaya perpecahan, seyogianya membuat kita berfikir bahwa kerja mempersatukan umat adalah kerja besar yang harus diikhtiarkan secara maksimal baru kemudian Allah berkenan membantu (QS 13:11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita melihat QS 3:103, nyata jelas bahwa hanya dengan sama-sama I’tisham bi hablillah (berpegang teguh di jalan Allah) sajalah, persatuan hati dan persaudaraan akan terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fiqhul Ukhuwah Islamiyah, Dr Abdul Halim Mahmud; Risalatul Usrah; Imam As Syahid Hasan Al-Bana; Khuluq Al muslim; Muhammad Al Ghozali; Mensucikan jiwa; Said Hawa; Ihya ‘Ulumuddin; Imam Al Ghazali; Mamarratul Ukhuwatul Islamiyah; Abdullah Nashih Ulwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;[Tim kaderisasi]&lt;br /&gt;source : http://ari2abdillah.wordpress.com/2007/06/25/itsar-puncak-persaudaraan-seorang-muslim/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3527973452979458516-7732406744023728952?l=armawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armawi.blogspot.com/feeds/7732406744023728952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3527973452979458516&amp;postID=7732406744023728952&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3527973452979458516/posts/default/7732406744023728952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3527973452979458516/posts/default/7732406744023728952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armawi.blogspot.com/2009/12/itsar-puncak-persaudaraan-seorang.html' title='Itsar, Puncak Persaudaraan Seorang Muslim'/><author><name>my Blogs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06277553126216828355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8aB3d6tXJ14/SYY_M7LhzqI/AAAAAAAAACo/tcRczAvIeIQ/S220/maw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3527973452979458516.post-1177769438606809267</id><published>2009-12-21T19:27:00.000-08:00</published><updated>2009-12-21T19:32:00.294-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='non musilim'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='adab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='muslim'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='interakasi'/><title type='text'>Interaksi dengan non MUSLIM yang dibolehkan</title><content type='html'>Setelah kami membahas berkenaan dengan ucapan selamat natal, agar tidak disalahpahami, sekarang kami akan utarakan beberapa hal yang mestinya diketahui bahwa hal-hal ini tidak termasuk loyal (wala’) pada orang kafir. Dalam penjelasan kali ini akan dijelaskan bahwa ada sebagian bentuk muamalah dengan mereka yang hukumnya wajib, ada yang sunnah dan ada yang cuma sekedar dibolehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Agar pembaca mendapatkan pembahasan yang utuh, kami harap bisa membaca dua artikel berikut: [1] &lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/aqidah/2825-bolehkah-seorang-muslim-mengucapkan-selamat-natal.html"&gt;Bolehkah Seorang Muslim Mengucapkan Selamat Natal?&lt;/a&gt; dan [2] &lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/aqidah/2824-mengucapkan-selamat-natal-dianggap-amalan-baik.html"&gt;Mengucapkan Selamat Natal Dianggap Amalan Baik&lt;/a&gt;.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembaca -yang semoga dirahmati oleh Allah- kita harus mengetahui lebih dulu bahwa orang kafir itu ada empat macam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Kafir mu’ahid yaitu orang kafir yang tinggal di negeri mereka sendiri dan di antara mereka dan kaum muslimin memiliki perjanjian.&lt;br /&gt;  2. Kafir dzimmi yaitu orang kafir yang tinggal di negeri kaum muslimin dan sebagai gantinya mereka mengeluarkan jizyah (semacam upeti) sebagai kompensasi perlindungan kaum muslimin terhadap mereka.&lt;br /&gt;  3. Kafir musta’man yaitu orang kafir masuk ke negeri kaum muslimin dan diberi jaminan keamanan oleh penguasa muslim atau dari salah seorang muslim.&lt;br /&gt;  4. Kafir harbi yaitu orang kafir selain tiga jenis di atas. Kaum muslimin disyari’atkan untuk memerangi orang kafir semacam ini sesuai dengan kemampuan mereka.[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun bentuk interaksi dengan orang kafir (selain kafir harbi) yang diwajibkan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Memberikan rasa aman kepada kafir dzimmi dan kafir musta’man selama ia berada di negeri kaum muslimin sampai ia kembali ke negerinya. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِنْ أَحَدٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّى يَسْمَعَ كَلامَ اللَّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لا يَعْلَمُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.”(QS. At Taubah: 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Berlaku adil dalam memutuskan hukum antara orang kafir dan kaum muslimin, jika mereka berada di tengah-tengah penerapan hukum Islam. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Maidah: 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Mendakwahi orang kafir untuk masuk Islam. Ini hukumnya fardhu kifayah, artinya jika sebagian sudah mendakwahi mereka maka yang lain gugur kewajibannya. Karena mendakwahi mereka berarti telah mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya. Hal ini bisa dilakukan dengan menjenguk mereka ketika sakit, sebagaimana pernah dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika menjenguk anak kecil yang beragama Yahudi untuk diajak masuk Islam. Akhirnya ia pun masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik –radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata, “Dulu pernah ada seorang anak kecil Yahudi yang mengabdi pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu suatu saat ia sakit. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjenguknya. Beliau duduk di dekat kepalanya, lalu beliau mengatakan, “Masuklah Islam.” Kemudian anak kecil itu melihat ayahnya yang berada di sisinya. Lalu ayahnya mengatakan, “Taatilah Abal Qosim (yaitu Rasulullah) –shallallahu ‘alaihi wa sallam-”. Akhirnya anak Yahudi tersebut masuk Islam. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar dari rumahnya dan berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan anak tersebut dari siksa neraka.”[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: Diharamkan memaksa orang Yahudi, Nashrani dan kafir lainnya untuk masuk Islam. Karena Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat.” (QS. Al Baqarah: 256). Ibnu Katsir mengatakan, “Janganlah memaksa seorang pun untuk masuk ke dalam Islam. Karena kebenaran Islam sudah begitu jelas dan gamblang. Oleh karenanya tidak perlu ada paksaan untuk memasuki Islam. Namun barangsiapa yang Allah beri hidayah untuk menerima Islam, hatinya semakin terbuka dan mendapatkan cahaya Islam, maka ia berarti telah memasuki Islam lewat petunjuk yang jelas. Akan tetapi, barangsiapa yang masih tetap Allah butakan hati, pendengaran dan penglihatannya, maka tidak perlu ia dipaksa-paksa untuk masuk Islam.”[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup dengan sikap baik (ihsan) yang kita perbuat pada mereka membuat mereka tertarik pada Islam, tanpa harus dipaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima: Dilarang memukul atau membunuh orang kafir (selain kafir harbi). Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ قَتَلَ مُعَاهِدًا لَمْ يَرَحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ ، وَإِنَّ رِيحَهَا تُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa yang membunuh kafir mu’ahid ia tidak akan mencium bau surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun.”[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam: Tidak boleh bagi seorang muslim pun menipu orang kafir (selain kafir harbi) ketika melakukan transaksi jual beli, mengambil harta mereka tanpa jalan yang benar, dan wajib selalu memegang amanat di hadapan mereka. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَلاَ مَنْ ظَلَمَ مُعَاهِدًا أَوِ انْتَقَصَهُ أَوْ كَلَّفَهُ فَوْقَ طَاقَتِهِ أَوْ أَخَذَ مِنْهُ شَيْئًا بِغَيْرِ طِيبِ نَفْسٍ فَأَنَا حَجِيجُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ingatlah! Barangsiapa berlaku zholim terhadap kafir Mu’ahid, mengurangi haknya, membebani mereka beban (jizyah) di luar kemampuannya atau mengambil harta mereka tanpa keridhoan mereka, maka akulah nantinya yang akan sebagai hujah mematahkan orang semacam itu.”[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh: Diharamkan seorang muslim menyakiti orang kafir (selain kafir harbi) dengan perkataan dan dilarang berdusta di hadapan mereka. Jadi seorang muslim dituntut untuk bertutur kata dan berakhlaq yang mulia dengan non muslim selama tidak menampakkan rasa cinta pada mereka. Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia.” (QS. Al Baqarah: 83). Berkata yang baik di sini umum kepada siapa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedelapan: Berbuat baik kepada tetangga yang kafir (selain kafir harbi) dan tidak mengganggu mereka. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَا زَالَ يُوصِينِى جِبْرِيلُ بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jibril terus menerus memberi wasiat kepadaku mengenai tetangga sampai-sampai aku kira tetangga tersebut akan mendapat warisan.”[6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesembilan: Wajib membalas salam apabila diberi salam oleh orang kafir. Namun balasannya adalah wa ‘alaikum.[7] Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَا سَلَّمَ عَلَيْكُمْ أَهْلُ الْكِتَابِ فَقُولُوا وَعَلَيْكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika salah seorang dari Ahlul Kitab mengucapkan salam pada kalian, maka balaslah: Wa ‘alaikum.”[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, kita dilarang memulai mengucapkan salam lebih dulu pada mereka. Alasannya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى بِالسَّلاَمِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah kalian mendahului Yahudi dan Nashrani dalam ucapan salam.”[9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun bentuk interaksi dengan orang kafir (selain kafir harbi) yang dibolehkan dan dianjurkan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Dibolehkan mempekerjakan orang kafir dalam pekerjaan atau proyek kaum muslimin selama tidak membahayakan kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Dianjurkan berbuat ihsan (baik) pada orang kafir yang membutuhkan seperti memberi sedekah kepada orang miskin di antara mereka atau menolong orang sakit di antara mereka. Hal ini berdasarkan keumuman sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فِى كُلِّ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menolong orang sakit yang masih hidup akan mendapatkan ganjaran pahala.”[10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Tetap menjalin hubungan dengan kerabat yang kafir (seperti orang tua dan saudara) dengan memberi hadiah atau menziarahi mereka. Sebagaimana dalilnya telah kami jelaskan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: Dibolehkan memberi hadiah pada orang kafir agar membuat mereka tertarik untuk memeluk Islam, atau ingin mendakwahi mereka, atau ingin agar mereka tidak menyakiti kaum muslimin. Sebagaimana dalilnya telah kami jelaskan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima: Dianjurkan bagi kaum muslimin untuk memuliakan orang kafir ketika mereka bertamu sebagaimana boleh bertamu pada orang kafir dan bukan maksud diundang. Namun jika seorang muslim diundang orang kafir dalam acara mereka, maka undangan tersebut tidak perlu dipenuhi karena ini bisa menimbulkan rasa cinta pada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam: Boleh bermuamalah dengan orang kafir dalam urusan dunia seperti melakukan transaksi jual beli yang mubah dengan mereka atau mengambil ilmu dunia yang bernilai mubah yang mereka miliki (tanpa harus pergi ke negeri kafir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh: Diperbolehkan seorang pria muslim menikahi wanita ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) selama wanita tersebut adalah wanita yang selalu menjaga kehormatannya serta tidak merusak agama si suami dan anak-anaknya. Sedangkan selain ahli kitab (seperti Hindu, Budha, Konghucu) haram untuk dinikahi. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الْيَوْمَ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حِلٌّ لَكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلٌّ لَهُمْ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu.” (QS. Al Maidah: 5). Ingat, seorang pria muslim menikahi wanita ahli kitab hanyalah dibolehkan dan bukan diwajibkan atau dianjurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun wanita muslimah tidak boleh menikah dengan orang kafir mana pun baik ahlul kitab (Yahudi dan Nashrani) dan selain ahlul kitab karena Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لا هُنَّ حِلٌّ لَهُمْ وَلا هُمْ يَحِلُّونَ لَهُنَّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka (wanita muslimah) tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka.” (QS. Al Mumtahanah: 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedelapan: Boleh bagi kaum muslimin meminta pertolongan pada orang kafir untuk menghalangi musuh yang akan memerangi kaum muslimin. Namun di sini dilakukan dengan dua syarat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Ini adalah keadaan darurat sehingga terpaksa meminta tolong pada orang kafir.&lt;br /&gt;  2. Orang kafir tidak membuat bahaya dan makar pada kaum muslimin yang dibantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesembilan: Dibolehkan berobat dalam keadaan darurat ke negeri kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepuluh: Dibolehkan menyalurkan zakat kepada orang kafir yang ingin dilembutkan hatinya agar tertarik pada Islam, sebagaimana firman Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, orang-orang yang ingin dibujuk hatinya.” (QS. At Taubah: 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesebelas: Dibolehkan menerima hadiah dari orang kafir selama tidak sampai timbul perendahan diri pada orang kafir atau wala’ (loyal pada mereka). Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menerima hadiah dari beberapa orang musyrik. Namun ingat, jika hadiah yang diberikan tersebut berkenaan dengan hari raya orang kafir, maka sudah sepantasnya tidak diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti dari pembahasan ini adalah tidak selamanya berbuat baik pada orang kafir berarti harus loyal dengan mereka, bahkan tidak mesti sampai mengorbankan agama. Kita bisa berbuat baik dengan hal-hal yang dibolehkan bahkan dianjurkan atau diwajibkan sebagaimana yang telah kami sebutkan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah selalu menunjuki kita pada jalan yang lurus. Hanya Allah yang beri taufik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Faqir Ilallah: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel http://rumaysho.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panggang, Gunung Kidul, 25 Dzulhijah 1430 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Lihat Tahdzib Tashil Al ‘Aqidah Al Islamiyah, hal. 232-234.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] HR. Bukhari no. 1356.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 1/682, Dar Thoyyibah, cetakan kedua, tahun 1420 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] HR. Bukhari no. 3166.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] HR. Abu Daud no. 3052. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat penjelasan hadits ini dalam Muroqotul Mafatih Syarh Misykatul Mashobih, Al Mala ‘Ala Qori, 12/284, Mawqi’ Al Misykah Al Islamiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6] HR. Bukhari no. 6014 dan Muslim no. 2625, dari ‘Aisyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7] Namun sebagian ulama menjelaskan bahwa jika ahlul kitab mengucapkan salamnya itu tegas “Assalamu’’alaikum”, maka jawabannya adalah tetap semisal dengannya yaitu: “Wa’alaikumus salam.” Alasannya adalah firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa).” (QS. An Nisa’: 86). Sebagaimana hal ini adalah pendapat Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[8] HR. Bukhari no. 6258 dan Muslim no. 2163, dari Anas bin Malik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9] HR. Tirmidzi no. 1602 dan Ahmad (2/266). Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[10] HR. Bukhari no. 2466 dan Muslim no. 2244.&lt;img src="data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAABYAAAAUCAYAAACJfM0wAAAABHNCSVQICAgIfAhkiAAAAAlwSFlzAAAK8AAACvABQqw0mAAAAB90RVh0U29mdHdhcmUATWFjcm9tZWRpYSBGaXJld29ya3MgOLVo0ngAAAAWdEVYdENyZWF0aW9uIFRpbWUAMDQvMDQvMDhrK9wWAAACLklEQVQ4jbXUP0wTcRQH8O/9ekdjkT8CUqpee00bRyNNmSRSV0PcJJoQg2i6ODTExEUHg04OaNSppqtCjQ4ukDSKSuLUwcm4NNZcQYsIGtD+u/f7MZSWXltqo/Ul7/JL7u7z3r3fLye53e5xj8ejoYWRSCSSstfr1YLBYHcr4XA4rMmMMciy3EoXjDHIjDEoivL/4fefrP1P3nYEvqzLajOIo8fQz5/cfH3cnVttCM8udQaODBxQFx44Ye9h4HxvdGWtgMlbSXV2SQoMHf0RNcGSJJlmvPLdos7fdyIWL+D5myx+ZwwUDAIRh2EU1wYRFItA6FwvIjdcGJr4qFYakiSBlTavlABwsJth7mUWmSyBOAfnAkQE4gKccxBx/MoYmHmcxuH+NgAwGQ03j3NeRjjnoGqcC/zcIgghAMBkNISJuKlbEy4EaKdoKerC5nNMxQdlgVx+t0siKhYQovwV1rbdtyoNxlhxxoqilBMA0uuES6Pt6NqP2hHsoDarhJuXD2F5NV/uuJR1T4XLzvTJ25/VyHUnzgzba0YkKq6pdB4T00m47EyvPhU1M54asy3ee5o55bvwQQWAr/PHMBfbQGhGrykCANqARZ8asy3+ccYjg/K3kcF9UQAYvrJ29dmrDUxHlnOxu72P+rpYrq5eFU39K649TCF0tnPB0WdtCt2z48rQHIp+8XTHu9ET7alm0aY6fnFHjda98a/w3wZjDJLP5xv3+/1aK+F4PJ7cBm32CUNiyI2GAAAAAElFTkSuQmCC" style="border: medium none ; margin: 0px; position: absolute; visibility: visible; color: transparent; z-index: 2147483647; left: 557px; top: 123px;" id="fvdkoff-target-image" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3527973452979458516-1177769438606809267?l=armawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armawi.blogspot.com/feeds/1177769438606809267/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3527973452979458516&amp;postID=1177769438606809267&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3527973452979458516/posts/default/1177769438606809267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3527973452979458516/posts/default/1177769438606809267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armawi.blogspot.com/2009/12/interaksi-dengan-non-muslim-yang.html' title='Interaksi dengan non MUSLIM yang dibolehkan'/><author><name>my Blogs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06277553126216828355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8aB3d6tXJ14/SYY_M7LhzqI/AAAAAAAAACo/tcRczAvIeIQ/S220/maw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3527973452979458516.post-5775948742602987244</id><published>2009-12-21T19:00:00.000-08:00</published><updated>2009-12-21T19:01:58.120-08:00</updated><title type='text'>Puasa 'Asyura' di Bulan MUHARRAM</title><content type='html'>Alhamdulillah, saat ini kita telah berada di bulan Muharram. Mungkin masih banyak yang belum tahu amalan apa saja yang dianjurkan di bulan ini, terutama mengenai amalan puasa. Insya Allah kita akan membahasnya pada tulisan kali ini. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dianjurkan Banyak Berpuasa di Bulan Muharram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam mendorong kita untuk banyak melakukan puasa pada bulan tersebut sebagaimana sabdanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah - Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.”[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An Nawawi -rahimahullah- menjelaskan, “Hadits ini merupakan penegasan bahwa sebaik-baik bulan untuk berpuasa adalah pada bulan Muharram.”[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mengapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diketahui banyak berpuasa di bulan Sya’ban bukan malah bulan Muharram? Ada dua jawaban yang dikemukakan oleh An Nawawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Mungkin saja Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam baru mengetahui keutamaan banyak berpuasa di bulan Muharram di akhir hayat hidup beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Boleh jadi pula beliau memiliki udzur ketika berada di bulan Muharram (seperti bersafar atau sakit) sehingga tidak sempat menunaikan banyak puasa pada bulan Muharram.[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan, “Puasa yang paling utama di antara bulan-bulan haram (Dzulqo’dah, Dzulhijah, Muharram, Rajab -pen) adalah puasa di bulan Muharram (syahrullah).”[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai penjelasan Ibnu Rajab, puasa sunnah (tathowwu’) ada dua macam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Puasa sunnah muthlaq. Sebaik-baik puasa sunnah muthlaq adalah puasa di bulan Muharram.&lt;br /&gt;   2. Puasa sunnah sebelum dan sesudah yang mengiringi puasa wajib di bulan Ramadhan. Ini bukan dinamakan puasa sunnah muthlaq. Contoh puasa ini adalah puasa enam hari di bulan Syawal.[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara sahabat yang gemar melakukan puasa pada bulan-bulan haram (termasuk bulan haram adalah Muharram) yaitu ‘Umar, Aisyah dan Abu Tholhah. Bahkan Ibnu ‘Umar dan Al Hasan Al Bashri gemar melakukan puasa pada setiap bulan haram.[6] Bulan haram adalah bulan Dzulqo’dah, Dzulhijah, Muharram dan Rajab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa yang Utama di Bulan Muharram adalah Puasa ‘Asyura&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hari-hari yang sebulan itu, puasa yang paling ditekankan untuk dilakukan adalah puasa pada hari ’Asyura’ yaitu pada tanggal 10 Muharram[7]. Berpuasa pada hari tersebut akan menghapuskan dosa-dosa setahun yang lalu. Abu Qotadah Al Anshoriy berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, ”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.”[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An Nawawi -rahimahullah- mengatakan, “Para ulama sepakat, hukum melaksanakan puasa ‘Asyura untuk saat ini (setelah diwajibkannya puasa Ramadhan, -pen) adalah sunnah dan bukan wajib.”[9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Pelaksanaan Puasa ‘Asyura[10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahapan pertama: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan puasa ‘Asyura di Makkah dan beliau tidak perintahkan yang lain untuk melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ’Aisyah -radhiyallahu ’anha-, beliau berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كَانَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ تَصُومُهُ قُرَيْشٌ فِى الْجَاهِلِيَّةِ ، وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَصُومُهُ ، فَلَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ صَامَهُ ، وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ ، فَلَمَّا فُرِضَ رَمَضَانُ تَرَكَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ ، فَمَنْ شَاءَ صَامَهُ ، وَمَنْ شَاءَ تَرَكَهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Di zaman jahiliyah dahulu, orang Quraisy biasa melakukan puasa ’Asyura. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam juga melakukan puasa tersebut. Tatkala tiba di Madinah, beliau melakukan puasa tersebut dan memerintahkan yang lain untuk melakukannya. Namun tatkala puasa Ramadhan diwajibkan, beliau meninggalkan puasa ’Asyura. (Lalu beliau mengatakan:) Barangsiapa yang mau, silakan berpuasa. Barangsiapa yang mau, silakan meninggalkannya (tidak berpuasa).”[11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahapan kedua: Ketika tiba di Madinah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat Ahlul Kitab melakukan puasa ‘Asyura dan memuliakan hari tersebut. Lalu beliau pun ikut berpuasa ketika itu. Kemudian ketika itu, beliau memerintahkan pada para sahabat untuk ikut berpuasa. Melakukan puasa ‘Asyura ketika itu semakin ditekankan perintahnya. Sampai-sampai para sahabat memerintah anak-anak kecil untuk turut berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhuma, beliau berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَدِمَ الْمَدِينَةَ فَوَجَدَ الْيَهُودَ صِيَامًا يَوْمَ عَاشُورَاءَ فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَا هَذَا الْيَوْمُ الَّذِى تَصُومُونَهُ ». فَقَالُوا هَذَا يَوْمٌ عَظِيمٌ أَنْجَى اللَّهُ فِيهِ مُوسَى وَقَوْمَهُ وَغَرَّقَ فِرْعَوْنَ وَقَوْمَهُ فَصَامَهُ مُوسَى شُكْرًا فَنَحْنُ نَصُومُهُ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « فَنَحْنُ أَحَقُّ وَأَوْلَى بِمُوسَى مِنْكُمْ ». فَصَامَهُ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika tiba di Madinah, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam mendapati orang-orang Yahudi melakukan puasa ’Asyura. Kemudian Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bertanya, ”Hari yang kalian bepuasa ini adalah hari apa?” Orang-orang Yahudi tersebut menjawab, ”Ini adalah hari yang sangat mulia. Ini adalah hari di mana Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya. Ketika itu pula Fir’aun dan kaumnya ditenggelamkan. Musa berpuasa pada hari ini dalam rangka bersyukur, maka kami pun mengikuti beliau berpuasa pada hari ini”. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam lantas berkata, ”Kita seharusnya lebih berhak dan lebih utama mengikuti Musa daripada kalian.”. Lalu setelah itu Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam memerintahkan kaum muslimin untuk berpuasa.”[12]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ini berarti Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam meniru-niru (tasyabbuh dengan) Yahudi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An Nawawi –rahimahullah- menjelaskan, ”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam biasa melakukan puasa ’Asyura di Makkah sebagaimana dilakukan pula oleh orang-orang Quraisy. Kemudian Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam tiba di Madinah dan menemukan orang Yahudi melakukan puasa ‘Asyura, lalu beliau shallallahu ’alaihi wa sallam pun ikut melakukannya. Namun beliau melakukan puasa ini berdasarkan wahyu, berita mutawatir (dari jalur yang sangat banyak), atau dari ijtihad beliau, dan bukan semata-mata berita salah seorang dari mereka (orang Yahudi). Wallahu a’lam.”[13]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama berselisih pendapat apakah puasa ‘Asyura sebelum diwajibkan puasa Ramadhan dihukumi wajib ataukah sunnah mu’akkad? Di sini ada dua pendapat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat pertama: Sebelum diwajibkan puasa Ramadhan, pada masa tahapan kedua, puasa ‘Asyura dihukumi wajib. Ini adalah pendapat Imam Abu Hanifah, Imam Ahmad dan Abu Bakr Al Atsrom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat kedua: Pada masa tahapan kedua ini, puasa ‘Asyura dihukumi sunnah mu’akkad. Ini adalah pendapat Imam Asy Syafi’i dan kebanyakan dari ulama Hambali.[14]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang jelas setelah datang puasa Ramadhan, puasa ‘Asyura tidaklah diwajibkan lagi dan dinilai sunnah. Hal ini telah menjadi kesepakatan para ulama sebagaimana disebutkan oleh An Nawawi -rahimahullah-.[15]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahapan ketiga: Ketika diwajibkannya puasa Ramadhan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memerintahkan para sahabat untuk berpuasa ‘Asyura dan tidak terlalu menekankannya. Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam mengatakan bahwa siapa yang ingin berpuasa, silakan dan siapa yang tidak ingin berpuasa, silakan. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh ’Aisyah radhiyallahu ’anha dalam hadits yang telah lewat dan dikatakan pula oleh Ibnu ’Umar berikut ini. Ibnu ’Umar -radhiyallahu ’anhuma- mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَنَّ أَهْلَ الْجَاهِلِيَّةِ كَانُوا يَصُومُونَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- صَامَهُ وَالْمُسْلِمُونَ قَبْلَ أَنْ يُفْتَرَضَ رَمَضَانُ فَلَمَّا افْتُرِضَ رَمَضَانُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ عَاشُورَاءَ يَوْمٌ مِنْ أَيَّامِ اللَّهِ فَمَنْ شَاءَ صَامَهُ وَمَنْ شَاءَ تَرَكَهُ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang Jahiliyah biasa melakukan puasa pada hari ’Asyura. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam pun melakukan puasa tersebut sebelum diwajibkannya puasa Ramadhan, begitu pula kaum muslimin saat itu. Tatkala Ramadhan diwajibkan, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam mengatakan: Sesungguhnya hari Asyura adalah hari di antara hari-hari Allah. Barangsiapa yang ingin berpuasa, silakan berpuasa. Barangsiapa meninggalkannya juga silakan.”[16]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Rajab -rahimahullah- mengatakan, “Setiap hadits yang serupa dengan ini menunjukkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memerintahkan lagi untuk melakukan puasa ‘Asyura setelah diwajibkannya puasa Ramadhan. Akan tetapi, beliau meninggalkan hal ini tanpa melarang jika ada yang masih tetap melaksanakannya. Jika puasa ‘Asyura sebelum diwajibkannya puasa Ramadhan dikatakan wajib, maka selanjutnya apakah jika hukum wajib di sini dihapus (dinaskh) akan beralih menjadi mustahab (disunnahkan)? Hal ini terdapat perselisihan di antara para ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula jika hukum puasa ‘Asyura sebelum diwajibkannya puasa Ramadhan adalah sunnah muakkad, maka ada ulama yang mengatakan bahwa hukum puasa Asyura beralih menjadi sunnah saja tanpa muakkad (ditekankan). Oleh karenanya, Qois bin Sa’ad mengatakan, “Kami masih tetap melakukannya.”[17]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, puasa ‘Asyura setelah diwajibkannya puasa Ramadhan masih tetap dianjurkan (disunnahkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahapan keempat: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertekad di akhir umurnya untuk melaksanakan puasa Asyura tidak bersendirian, namun diikutsertakan dengan puasa pada hari lainnya. Tujuannya adalah untuk menyelisihi puasa Asyura yang dilakukan oleh Ahlul Kitab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata bahwa ketika Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam melakukan puasa hari ’Asyura dan memerintahkan kaum muslimin untuk melakukannya, pada saat itu ada yang berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani.” Lantas beliau mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ - إِنْ شَاءَ اللَّهُ - صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila tiba tahun depan –insya Allah (jika Allah menghendaki)- kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan.” Ibnu Abbas mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Belum sampai tahun depan, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam sudah keburu meninggal dunia.”[18]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menambahkan Puasa 9 Muharram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dijelaskan di atas (pada hadits Ibnu Abbas) bahwa di akhir umurnya, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bertekad untuk menambah puasa pada hari kesembilan Muharram untuk menyelisihi Ahlu Kitab. Namun beliau sudah keburu meninggal sehingga beliau belum sempat melakukan puasa pada hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana hukum menambahkan puasa pada hari kesembilan Muharram? Berikut kami sarikan penjelasan An Nawawi rahimahullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Asy Syafi’i dan ulama Syafi’iyyah, Imam Ahmad, Ishaq dan selainnya mengatakan bahwa dianjurkan (disunnahkan) berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh sekaligus; karena Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam berpuasa pada hari kesepuluh dan berniat (berkeinginan) berpuasa juga pada hari kesembilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa hikmah Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menambah puasa pada hari kesembilan? An Nawawi rahimahullah melanjutkan penjelasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian ulama mengatakan bahwa sebab Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bepuasa pada hari kesepuluh sekaligus kesembilan agar tidak tasyabbuh (menyerupai) orang Yahudi yang hanya berpuasa pada hari kesepuluh saja. Dalam hadits Ibnu Abbas juga terdapat isyarat mengenai hal ini. Ada juga yang mengatakan bahwa hal ini untuk kehati-hatian, siapa tahu salah dalam penentuan hari ’Asyura’ (tanggal 10 Muharram). Pendapat yang menyatakan bahwa Nabi menambah hari kesembilan agar tidak menyerupai puasa Yahudi adalah pendapat yang lebih kuat. Wallahu a’lam.[19]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Rojab mengatakan, ”Di antara ulama yang menganjurkan berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram sekaligus adalah Imam Asy Syafi’i, Imam Ahmad, dan Ishaq. Adapun Imam Abu Hanifah menganggap makruh jika seseorang hanya berpuasa pada hari kesepuluh saja.”[20]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, kita lebih baik berpuasa dua hari sekaligus yaitu pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Karena dalam melakukan puasa ‘Asyura ada dua tingkatan yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Tingkatan yang lebih sempurna adalah berpuasa pada 9 dan 10 Muharram sekaligus.&lt;br /&gt;   2. Tingkatan di bawahnya adalah berpuasa pada 10 Muharram saja.[21]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa 9, 10, dan 11 Muharram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian ulama berpendapat tentang dianjurkannya berpuasa pada hari ke-9, 10, dan 11 Muharram. Inilah yang dianggap sebagai tingkatan lain dalam melakukan puasa Asy Syura[22]. Mereka berdalil dengan hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhuma. Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا فِيهِ الْيَهُودَ صُومُوا قَبْلَهُ يَوْماً أَوْ بَعْدَهُ يَوْماً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Puasalah pada hari ’Asyura’ (10 Muharram, pen) dan selisilah Yahudi. Puasalah pada hari sebelumnya atau hari sesudahnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam musnadnya, Ibnu Khuzaimah, Ibnu ’Adiy, Al Baihaqiy, Al Bazzar, Ath Thohawiy dan Al Hamidiy, namun sanadnya dho’if (lemah). Di dalam sanad tersebut terdapat Ibnu Abi Laila -yang nama aslinya Muhammad bin Abdur Rahman-, hafalannya dinilai jelek. Juga terdapat Daud bin ’Ali. Dia tidak dikatakan tsiqoh kecuali oleh Ibnu Hibban. Beliau berkata, ”Daud kadang yukhti’ (keliru).” Adz Dzahabiy mengatakan bahwa hadits ini tidak bisa dijadikan hujjah (dalil).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, terdapat hadits yang diriwayatkan oleh Abdur Rozaq, Ath Thohawiy dalam Ma’anil Atsar, dan juga Al Baihaqi, dari jalan Ibnu Juraij dari ’Atho’ dari Ibnu Abbas. Beliau radhiyallahu ’anhuma berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;خَالِفُوْا اليَهُوْدَ وَصُوْمُوْا التَّاسِعَ وَالعَاشِرَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selisilah Yahudi. Puasalah pada hari kesembilan dan kesepuluh Muharram.” Sanad hadits ini adalah shohih, namun diriwayatkan secara mauquf (hanya dinilai sebagai perkataan sahabat). [23]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: Jika ragu dalam penentuan awal Muharram, maka boleh ditambahkan dengan berpuasa pada tanggal 11 Muharram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad -rahimahullah- mengatakan, ”Jika ragu mengenai penentuan awal Muharram, maka boleh berpuasa pada tiga hari (hari 9, 10, dan 11 Muharram, pen) untuk kehati-hatian.”[24]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita terdorong untuk melakukan puasa Asyura. Cukup ayat ini sebagai renungan. Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي الْأَيَّامِ الْخَالِيَةِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(Kepada mereka dikatakan): "Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu".” (QS. Al Haqqah: 24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mujahid dan selainnya mengatakan, ”Ayat ini turun pada orang yang berpuasa. Barangsiapa meninggalkan makan, minum, dan syahwatnya karena Allah, maka Allah akan memberi ganti dengan makanan dan minuman yang lebih baik, serta akan mendapat ganti dengan pasangan di akhirat yang kekal (tidak mati).”[25] Inilah balasan untuk orang yang gemar berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah tanggal 10 Muharram jatuh pada tanggal 27 Desember 2009 sedangkan tanggal 9 Muharram jatuh pada tanggal 26 Desember 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah memudahkan kita untuk melakukan amalan puasa ini. Hanya Allah yang memberi taufik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel http://rumaysho.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diselesaikan di Panggang-Gunung Kidul, pada hari mubarrok (Jum’at), 1 Muharram 1431 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] HR. Muslim no. 1163, dari Abu Hurairah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Lihat Al Minhaj Syarh Shahih Muslim Ibnu Al Hajjaj, An Nawawi, 8/55, Dar Ihya’ At Turots, cetakan kedua, 1392.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] Idem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] Latho-if Al Ma’arif, Ibnu Rajab Al Hambali, hal. 67, Al Maktab Al Islami, cetakan pertama, tahun 1428 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] Lihat Latho-if Al Ma’arif, hal. 66.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6] Lihat Latho-if Al Ma’arif, hal. 71.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7] Inilah yang dimaksud dengan ‘Asyura yaitu tanggal 10 Muharram. Yang memiliki pendapat berbeda adalah Ibnu ‘Abbas yang menganggap ‘Asyura adalah tanggal 9 Muharrram. Lihat Latho-if Al Ma’arif, hal. 99.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[8] HR. Muslim no. 1162.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9] Al Minhaj Syarh Muslim, 8/4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[10] Diolah dari penjelasan Ibnu Rajab Al Hambali dalam Latho-if Al Ma’arif, hal. 92-98.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[11] HR. Bukhari no. 2002 dan Muslim no. 1125&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[12] HR. Muslim no. 1130&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[13] Al Minhaj Syarh Muslim, 8/11.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[14] Lihat Latho-if Al Ma’arif, hal. 94.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[15] Lihat Al Minhaj Syarh Muslim, 8/4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[16] HR. Muslim no. 1126.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[17] Latho-if Al Ma’arif, hal. 96.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[18] HR. Muslim no. 1134.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[19] Lihat Al Minhaj Syarh Muslim, 8/12-13.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[20] Lihat Latho-if Al Ma’arif, hal. 99.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[21] Lihat Tajridul Ittiba’, Ibrahim bin ‘Amir Ar Ruhaili, hal. 128, Dar Al Imam Ahmad, cetakan pertama, tahun 1428 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[22] Sebagaimana pendapat Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma’ad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[23] Dinukil dari catatan kaki dalam kitab Zaadul Ma’ad, Ibnul Qayyim, 2/60, terbitan Darul Fikr yang ditahqiq oleh Syaikh Abdul Qodir Arfan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[24] Lihat Latho-if Al Ma’arif, hal. 99.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[25] Lihat Latho-if Al Ma’arif, hal. 72.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3527973452979458516-5775948742602987244?l=armawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armawi.blogspot.com/feeds/5775948742602987244/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3527973452979458516&amp;postID=5775948742602987244&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3527973452979458516/posts/default/5775948742602987244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3527973452979458516/posts/default/5775948742602987244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armawi.blogspot.com/2009/12/puasa-asyura-di-bulan-muharram.html' title='Puasa &apos;Asyura&apos; di Bulan MUHARRAM'/><author><name>my Blogs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06277553126216828355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8aB3d6tXJ14/SYY_M7LhzqI/AAAAAAAAACo/tcRczAvIeIQ/S220/maw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3527973452979458516.post-462033551941678492</id><published>2009-12-01T19:45:00.000-08:00</published><updated>2009-12-01T19:52:41.466-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rasulullah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='airmata'/><title type='text'>Air Mata Rasulullah S.A.W</title><content type='html'>Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.&lt;br /&gt;"Bolehkah saya masuk ?" tanyanya.&lt;br /&gt;Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,&lt;br /&gt;"Maafkanlah, ayahku sedang demam", kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?"&lt;br /&gt;"Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut.&lt;br /&gt;Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.&lt;br /&gt;Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.&lt;br /&gt;"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?", tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.&lt;br /&gt;"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.&lt;br /&gt;"Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril.&lt;br /&gt;Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.&lt;br /&gt;"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?", tanya Jibril lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" Tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: "Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.&lt;br /&gt;Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata JIBRIL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak&lt;br /&gt;tertahankan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.&lt;br /&gt;Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ! Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanukum"&lt;br /&gt;"peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.&lt;br /&gt;Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ummatii,ummatii,ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku"&lt;br /&gt;Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.&lt;br /&gt;Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?&lt;br /&gt;Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.&lt;br /&gt;Semoga dapat menumbuhkan kesadaran untuk mengingat maut dan mencintai Allah S.W.T&lt;br /&gt;&amp; Rasulullah S.A.W. amin..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3527973452979458516-462033551941678492?l=armawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armawi.blogspot.com/feeds/462033551941678492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3527973452979458516&amp;postID=462033551941678492&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3527973452979458516/posts/default/462033551941678492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3527973452979458516/posts/default/462033551941678492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armawi.blogspot.com/2009/12/air-mata-rasulullah-saw.html' title='Air Mata Rasulullah S.A.W'/><author><name>my Blogs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06277553126216828355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8aB3d6tXJ14/SYY_M7LhzqI/AAAAAAAAACo/tcRczAvIeIQ/S220/maw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3527973452979458516.post-1424205496354949233</id><published>2009-12-01T00:23:00.000-08:00</published><updated>2009-12-01T00:24:41.719-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bercanda'/><title type='text'>Bercanda Boleh, tapi...</title><content type='html'>Sering kali saya dengar dari beberapa teman bahwa kalau ngobrol sama si A kadang kurang asyik, karena dia orangnya kurang lentur alias kurang banyak ngomong dan terlalu jaga imej, atau kadang mereka mengatakan kata mbak ini, kita jangan terlalu begini dan jangan terlalu begitu, wah....pokoknya masih banyak lagi komentar-komentar yang kita dengar dari teman-teman. Saya jadi bingung juga menjawabnya, karena saya orangnya santai dan senang bercanda juga, sementara di lain fihak mereka juga menghargai saya, maksudnya di samping bercandanya saya, saya selalu menanamkan kebaikan untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah ada seorang teman saya bertanya " Mi...memangnya bercanda di haramkan ya...? " kaget juga saya saat mendengar pertanyaan itu, karena saya bingung bagaimana teman saya itu bisa berkesimpulan demikian, mungkin mereka melihat ada seseorang yang gak pernah bercanda sama sekali, atau dia pernah di tegur saat sedang bercanda. Wallahu´alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang bercanda itu ada batasnya, tapi bukan berati bercanda itu tidak boleh. Rosulullah sendiri juga senang bercanda dengan para sahabat juga dengan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas radliyallaahu ‘anhu diriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki menemui Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam dan berkata: “Wahai Rasulullah, bawalah aku jalan-jalan”. Beliau berkata : “Kami akan membawamu berjalan-jalan menaiki anak unta”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki itu pun menukas : “Apa yang bisa kuperbuat dengan anak unta?”. Beliau berkata : “Bukankah setiap unta adalah anak ibunya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya dalam kitab Al-Adab – 92 bab Riwayat tentang Bersendau-Gurau hadits no. 3998 (V : 270) dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud III : 943 no. 4180. Dikeluarkan juga oleh At-Tirmidzi dalam kitab Al-Birr – 57 bab Riwayat tentang Bersendau-Gurau hadits no. 1992 (VI : 207)).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau dalam riwayat lain, ketika ada seorang nenek tua bertanya pada Nabi SAW :&lt;br /&gt;" Ya Rosulullah, apakah aku bisa masuk syurga " Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam lalu menjawab : “Tidak ada perempuan tua yang masuk surga”, lalu nenek itu menangis. Kemudian beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam membaca ayat : “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari itu) dengan langsung. Dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan “ (Al-Waaqi’ah : 35-36) (HR. Tirmidzi dalam Syamail 240 dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ghayatul-Maram 375).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi intinya kita di perbolehkan bercanda, asalkan dalam canda itu tidak ada kedustaan sehingga membuat orang yang mendengarkannya tertawa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadist lain di katakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu diriwayatkan bahwa ia berkata : “Orang-orang bertanya : ‘Wahai Rasulullah, apakah engkau juga mengajak kami bercanda?’. Beliau menjawab : ‘Ya, tapi aku hanya mengatakan sesuatu apa adanya (tanpa berdusta) “ (HR. Tirmidzi dalam kitab Al-Birr wash-Shilah – 57 bab Riwayat tentang Sendau-Gurau 1991; dan beliau berkata : “Hadits ini hasan shahih”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Rosulullah SAW sendiri mengancam orang-orang yang bercanda dengan kedustaan, untuk membuat orang yang mendengarkannya tertawa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabdanya : “Neraka Wail bagi orang yang berbicara lalu berdusta untuk melucu (membuat orang tertawa); neraka Wail baginya, neraka Wail baginya “ (HR. Abu Dawud dalam kitab Al-‘Adab – 88, bab Ancaman Keras terhadap Dusta; hadits no. 3990 dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud III : 942 no. 4175).&lt;br /&gt;Na´udzubillahi mindzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dalam bercanda kita juga punya rambu-rambu yang harus di patuhi, bukan hanya mematuhi rambu-rambu lalu lintas saja dan janganlah rambu-rambu ini kita langgar, karena bisa saja rambu-rambu lalu lintas kita langgar lantaran polisi penjaganya tidak ada di tempat, tetapi rambu-rambu dalam islam tidak bisa kita langgar, walaupun tidak ada orang yang tahu, namun polisi dalam Islam tidak pernah tertidur atau mengantuk, bahkan tidak pernah istirahat, DIA yang Maha Kuasa senantiasa menjaga dan melihat kelakuan kita, kita bisa berbohong pada manusia tetapi kita tidak akan pernah bisa berbohong kepada Allah SWT. Apa lagi Allah SWT senantiasa menyuruh para tentaranya menjaga kita, yaitu Malaikat pencatat amal baik dan amal buruk, jadi mana mungkin semua apa yang kita lakukan tidak pernah di ketahui oleh Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita senang melihat orang lain tertawa dengan kelucuan yang kita buat, padahal kelucuan dan candaan kita penuh dengan kedustaan, nanti suatu hari Allah akan mempertanyakan semua itu. Dengan di larangnya bercanda yang penuh dengan kedustaan, bukan berati kita tidak boleh bercanda, contohnya saja Rosulullah SAW, beliau pun bercanda dangan para sahabat, candaan yang penuh nasehat dan kecintaan, agar para sahabat tidak merasa jenuh. Juga bukan berarti kalau kita tidak pernah bercanda dengan teman-teman, maka teman-taman jadi akan menghargai kita, itu adalah pemikiran yang salah, justru ketika kita terlihat angkuh dan kurang rilex di depan teman-teman, maka mereka akan beranggapan kita sombong atau terlalu jaga imej, yang akhirnya menjadi pergunjingan yang kurang sedap dan merekapun malas untuk banyak-banyak berbicara dengan kita, lantaran takut salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakalanya kita mengklaim bahwa dalam berdakwah itu harus tegas dan menunjukkan sikap berwibawa, padahal justru malah sebaliknya, ketika kita terlihat seperti itu, bisa jadi jarang sekali pengikutnya, apa lagi bila kita berdakwah di kalangan orang-orang awam yang masih minim sekali pengetahuan agamanya. Sulit sekali untuk mengajak mereka kalau wajah kita terlihat serius dan angker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat Rasulullah SAW suka tertawa tapi iman di dalam hati mereka bagai gunung yang teguh. Seperti Na'im dia adalah seorang sahabat yang paling suka bergurau dan tertawa. Mendengar kata-kata dan melihat gelagatnya saja, Rasulullah SAW turut tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kesimpulannya, Bercanda boleh-boleh saja dalam agama tidak di larang kok, tapi....ada tapinya bercanda harus jujur, tidak di penuhi dengan kebohongan, bercanda tidak boleh keterlaluan apa lagi sampai tertawa terbahak-bahak, karena itu akan mematikan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dalam Sabda Rosulullah SAW :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullah Shollallahu 'alaihi wassalam pernah bersabda,&lt;br /&gt;"Jauhilah oleh kalian banyak tertawa, karena banyak tertawa dapat mematikan hati dan menghilangkan cahaya wajah" (HR. Ibnu Majah, dishahihkan oleh Al Albani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu´alam bisshawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HDH 19 juni 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: http://www.eramuslim.com/oase-iman/bercanda-boleh-tapi.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3527973452979458516-1424205496354949233?l=armawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armawi.blogspot.com/feeds/1424205496354949233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3527973452979458516&amp;postID=1424205496354949233&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3527973452979458516/posts/default/1424205496354949233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3527973452979458516/posts/default/1424205496354949233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armawi.blogspot.com/2009/12/sering-kali-saya-dengar-dari-beberapa.html' title='Bercanda Boleh, tapi...'/><author><name>my Blogs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06277553126216828355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8aB3d6tXJ14/SYY_M7LhzqI/AAAAAAAAACo/tcRczAvIeIQ/S220/maw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3527973452979458516.post-4841901875097838921</id><published>2009-12-01T00:21:00.000-08:00</published><updated>2009-12-01T00:22:24.642-08:00</updated><title type='text'>Majelis Ta'lim</title><content type='html'>Pengertian Majelis Taklim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut akar katanya, istilah majelis taklim terssusun dari gabungan dua kata : majlis yang berarti (tempat) dan taklim yang berarti (pengajaran) yang berarti tempat pengajaran atau pengajian bagi orang-orang yang ingin mendalami ajaran-ajaran islam sebagai sarana dakwah dan pengajaran agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis taklim adalah salah satu lembaga pendidikan diniyah non formal yang bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dan akhlak mulia bagi jamaahnya, serta mewujudkan rahmat bagi alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam prakteknya, majelis taklim merupakan tempat pangajaran atau pendidikan agama islam yang paling fleksibal dan tidak terikat oleh waktu. Majelis taklim bersifat terbuka terhadap segla usia, lapisan atau strata social, dan jenis kelamin. Waktu penyelenggaraannya pun tidak terikat, bisa pagi, siang, sore, atau malam . tempat pengajarannya pun bisa dilakukan dirumah, masjid, mushalla, gedung. Aula, halaman, dan sebagainya. Selain tiu majelis taklim memiliki dua fungsi sekaligus, yaitu sebagai lembaga dakwah dan lembaga pendidikan non-formal. Fleksibelitas majelis taklim inilah yang menjadi kekuatan sehingga mampu bertahan dan merupakan lembaga pendidikan islam yang paling dekat dengan umat (masyarakat). Majelis taklim juga merupakan wahana interaksi dan komunikasi yang kuat antara masyarakat awam dengan para mualim, dan antara sesama anggot jamaah majelis taklim tanpa dibatasi oleh tempat dan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian majelis taklim menjadi lembaga pendidikan keagamaan alternative bagi mereka yang tidak memiliki icukup tenaga, waktu, dan kesempatan menimba ilmu agama dijulur pandidikan formal. Inilah yang menjadikan majlis taklim memiliki nilai karkteristik tersendiri dibanding lembaga-lembaga keagamaan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar Hukum Majelis Taklim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis taklim merupakan lembaga pendidikan diniyah non-formal yang keberadaannya di akui dan diatur dalam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional.&lt;br /&gt;2.Peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tantang standar nasional pendidikan.&lt;br /&gt;3.Peraturan pemerintah nomor 55 tahun 2007 tentang pendidikan agama dan pendidikan keagamaan.&lt;br /&gt;4.Keputusan MA nomor 3 tahun 2006 tentang strutur departement agama tahun 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Manajemen Majelis Taklim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengertian sebelum tentang majelis taklim kita sudah membahasnya tinggal pembahasan manajemennya saja. Sebenarnya apa sih pengrtian manajemen majlistaklim itu?. Manajemen berasal dari kta manage, to manage yang artiny pengaturan, mengurus dan mengelola atau ketatalaksanaan, tata pimpinan dan pengelolaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya manajemen adalah suatu proses yang diterapkan oleh individu atau kelompok dalam upaya-upaya koordinasi untuk mencapai suatu tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan secara terminology menurut T. Hani Handoko, manajemen adalah proses pengorganisasian, pengarahan, pengawasan, usaha-usaha anggota organisasi dan penggunaan sumber-sumber organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedngakan menurut George R. Terry, manajemen adalah suatu proses khas terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan yang dilaksanakan untuk menentukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan menggunakan manusia dan sumber daya lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian manajemen majlis taklim adalah suatu proses mengatur / merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan dan mengawasi terhadap suatu lembaga pendidikan non formal islam untuk menjalankan kurikulum yang diselenggarakan secara berkala dan teratur agar dapat membina jamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan, Kedudukan, Fungsi Majelis Taklim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan majelis taklim adalah membina dan mengembangkan hubungan yang santun dan sesuai atau serasi antara manusia dengan Allah, antara manusia dengan manusia lainnya, antara manusia dengan tempat tinggal sekitarnya atau lingkungan, dalam rangka meningkatkan ketaqwaan mereka kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan umum suatu majlis taklim adalah membina dan mengembangkan hubungan yang santun dan serasi antara manusisa dengan Allah, sesama manusia, dan lingkungannya dalam membina masyarakat yang bertaqwa kepada Allah SWT. Sedangkan tujuan khusus dari mjlis taklim adalh memasyarakatkan ajaran islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan majlis taklim dilihat dari fungsinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.berfungsi sebagai tempat belajar&lt;br /&gt;2.berfungsi sebagai tempat kontak social&lt;br /&gt;3.berfungsi sebagai mewujudkan minat social&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kedudukan majlis taklim adalah sebagai tempat lembaga pendidikan non-formal, dan berfungsi sebagai :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.membina dan mengmbangkan ajaran islam dalam rangka membentuk masyarakat yang bertaqwa kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;b.Sebagai taman rekreasi rahaniyah, karena penyelenggaraannya yang santai.&lt;br /&gt;c.Ajang berlangsungnya silaturahmi missal yang dapat menghidup-suburkan dakwah dan ukhuwah islamiyah.&lt;br /&gt;d.Sebagai sarana dialog yang berkesinambungan antara para ulama dengan umat.&lt;br /&gt;e.Media penyampaian gagasan yang bermanfaat bagi pembangunan umat khususnya dan bangsa umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi majelis taklim adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.meluruskan aqidah&lt;br /&gt;2.memotivasi umat untuk beribadah kepada Allah SWT&lt;br /&gt;3.amar ma’ruf nahi mungkar&lt;br /&gt;4.menolak kebudayaan negative yang dapat merusak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source: http://hasanismailr.blogspot.com/2009/05/manajemen-majelis-talim.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3527973452979458516-4841901875097838921?l=armawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armawi.blogspot.com/feeds/4841901875097838921/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3527973452979458516&amp;postID=4841901875097838921&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3527973452979458516/posts/default/4841901875097838921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3527973452979458516/posts/default/4841901875097838921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armawi.blogspot.com/2009/12/majelis-talim.html' title='Majelis Ta&apos;lim'/><author><name>my Blogs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06277553126216828355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8aB3d6tXJ14/SYY_M7LhzqI/AAAAAAAAACo/tcRczAvIeIQ/S220/maw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3527973452979458516.post-5815939974623107142</id><published>2009-11-30T18:23:00.000-08:00</published><updated>2009-11-30T18:24:53.973-08:00</updated><title type='text'>Tinggalkan Beban Sejenak</title><content type='html'>Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen&lt;br /&gt;Covey mengangkat segelas air &amp; bertanya kepada para siswanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menurut anda, kira-kira seberapa beratnya segelas air ini?" Para siswa&lt;br /&gt;menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. "Ini bukanlah masalah berat&lt;br /&gt;absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya." kata Covey. "Jika&lt;br /&gt;saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya&lt;br /&gt;selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. &amp; jika saya memegangnya selama 1&lt;br /&gt;hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya&lt;br /&gt;akan semakin berat." "Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat&lt;br /&gt;laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat&lt;br /&gt;beratnya." lanjut Covey. "Apa yg hrs kita lakukan adil meletakkan gelas tersebut,&lt;br /&gt;istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi". Kita harus meninggalkan beban&lt;br /&gt;kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar &amp; mampu membawanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban&lt;br /&gt;pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban&lt;br /&gt;yang ada di pundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah&lt;br /&gt;beristirahat nanti dapat diambil lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya &amp; memanfaatkannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal terindah &amp; terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Start the day with smile &amp; have a good day"&lt;br /&gt;:D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source: http://www.facebook.com/note.php?note_id=181488434575&amp;ref=mf&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3527973452979458516-5815939974623107142?l=armawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armawi.blogspot.com/feeds/5815939974623107142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3527973452979458516&amp;postID=5815939974623107142&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3527973452979458516/posts/default/5815939974623107142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3527973452979458516/posts/default/5815939974623107142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armawi.blogspot.com/2009/11/tinggalkan-beban-sejenak.html' title='Tinggalkan Beban Sejenak'/><author><name>my Blogs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06277553126216828355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8aB3d6tXJ14/SYY_M7LhzqI/AAAAAAAAACo/tcRczAvIeIQ/S220/maw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3527973452979458516.post-7492891714165872164</id><published>2009-11-29T20:00:00.000-08:00</published><updated>2009-11-29T20:01:59.921-08:00</updated><title type='text'>Rahasia Kecerdasan org Yahudi</title><content type='html'>Kurang lebih beberapa minggu yang lalu saya mendapat kiriman email dari sahabat klabsantri.com kebetulan saya ikut milis klabsantri jadi bisa dapat kiriman yang sangat bagus ini. Mungkin tanpa kita sadari selama ini kita telah lalai akan sesuatu hal yang cukup mendasar dalam kehidupan kita, terutama cara berfikir kita dalam kehidupan ini. Yaa mungkin artikel ini sedikit banyak akan membuka cakrawala kita sehingga kita akan bisa memperbaiki kesalahan kita selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke tanpa banyak ini itu, silahkan dibaca sendiri cerita/ kisah berikut ini ... semoga bermanfaat bagi antum semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Selasa,17 Februari 2009 - 04:24 AM] Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, "Mengapa Yahudi Pintar?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stephen bertanya, "Apakah ini untuk anak kamu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjawab, "Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, "Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),"&lt;br /&gt;ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.&lt;br /&gt;Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban.&lt;br /&gt;Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, "Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!! !" katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari.&lt;br /&gt;Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.&lt;br /&gt;Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya.&lt;br /&gt;Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda terperanjat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kenyataannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. "Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur�an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka.&lt;br /&gt;Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah merokok dapat melahirkan generasi "Goblok!" kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.&lt;br /&gt;"Lihat saja Indonesia," katanya seperti dalam tulisan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Ditangga berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematika sedunia?&lt;br /&gt;Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?" http://sabili. co.id/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEBUAH BAHAN RENUNGAN BAGI KITA SEMUA. SEMOGA KITA SADAR APA YANG TELAH , SEDANG DAN KE DEPAN YANG AKAN KITA LAKUKAN....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: http://main.man3malang.com/index.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=1818&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3527973452979458516-7492891714165872164?l=armawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armawi.blogspot.com/feeds/7492891714165872164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3527973452979458516&amp;postID=7492891714165872164&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3527973452979458516/posts/default/7492891714165872164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3527973452979458516/posts/default/7492891714165872164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armawi.blogspot.com/2009/11/rahasia-kecerdasan-org-yahudi.html' title='Rahasia Kecerdasan org Yahudi'/><author><name>my Blogs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06277553126216828355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8aB3d6tXJ14/SYY_M7LhzqI/AAAAAAAAACo/tcRczAvIeIQ/S220/maw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3527973452979458516.post-7732059798692834609</id><published>2009-11-22T18:49:00.001-08:00</published><updated>2009-11-22T18:49:19.739-08:00</updated><title type='text'>at waroeng ibu Dian</title><content type='html'>&lt;div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_8aB3d6tXJ14/Swn4LEvLfkI/AAAAAAAAADo/NjXABwIfcrk/s1600/image-upload-16-756673.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_8aB3d6tXJ14/Swn4LEvLfkI/AAAAAAAAADo/NjXABwIfcrk/s320/image-upload-16-756673.jpg"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;&lt;span&gt;Rasa penasaran yg buat anggota kluarga lain hanya dapat critax (dr ayah), m'jadi pemicu langkah kaki ibu, kk &amp;amp; sy (tdk mau ketinggalan) u/ m'hampiri waroeng yg tak jauh jarakx dr gubuk kami.kesan ramah pun menjadi penyambut khadiran kami.... Hingga sesi pemotretan pun tiba, suasana instrument di ruangan +/ 4x8meter itu sangat b'sahabat... (to be..)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3527973452979458516-7732059798692834609?l=armawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armawi.blogspot.com/feeds/7732059798692834609/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3527973452979458516&amp;postID=7732059798692834609&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3527973452979458516/posts/default/7732059798692834609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3527973452979458516/posts/default/7732059798692834609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armawi.blogspot.com/2009/11/at-waroeng-ibu-dian.html' title='at waroeng ibu Dian'/><author><name>my Blogs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06277553126216828355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8aB3d6tXJ14/SYY_M7LhzqI/AAAAAAAAACo/tcRczAvIeIQ/S220/maw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8aB3d6tXJ14/Swn4LEvLfkI/AAAAAAAAADo/NjXABwIfcrk/s72-c/image-upload-16-756673.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3527973452979458516.post-1553067205010233102</id><published>2009-11-17T03:10:00.001-08:00</published><updated>2009-11-17T03:10:50.432-08:00</updated><title type='text'>10 Dzulhijjah</title><content type='html'>Bulan Dzul Hijjah sudah berada di depan mata (insya Alloh). Sebenarnya terdapat beberapa amalan di 10 hari pertama di bulan Dzul Hijjah yang menyimpan keutamaan yang besar dimana amalan shalihnya sangat dicintai Alloh, namun sayangnya banyak yang dilewatkan begitu saja oleh sebagian besar kaum muslimin. Untuk mengingatkan kita agar dapat mempersiapkan diri jauh-jauh hari untuk bersama-sama menjadikan 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah yang akan datang sebagai ladang pahala bagi kita (amiin), maka berikut ini saya sampaikan beberapa Amalan di 10 Hari Pertama Bulan Dzul Hijjah. Semoga bermanfaat bagi kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzul Hijjah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Abbas -radhiallohu anhuma-, bahwa Nabi -shollallahu alaihi wa sallam- bersabda: “Tidak  ada hari, yang amalan shalihnya lebih dicintai oleh Allah dari pada hari-hari ini (yakni sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah), para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, tidak  pula jihad di jalan Allah? Beliau menjawab: Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian ia tidak kembali dengan semua itu sedikitpun (mati syahid, pen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Amalan Pada Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzul Hijjah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menunaikan Ibadah Haji dan Umrah. Dan ini adalah amalan yang paling utama, sebagaimana dijelaskan dalam banyak hadits, di antaranya sabda Nabi -shollallahu alaihi wa sallam-: “Antara satu umrah sampai umrah berikutnya adalah penghapus (dosa) di antara keduanya, dan haji mabrur tidak ada balasan baginya kecuali Surga”. (Muttafaqun ‘alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berpuasa. Terutama utama puasa pada hari Arafah. Dan tidak diragukan lagi bahwa puasa adalah termasuk amalan yang paling utama, karena puasa adalah amalan yang Allah pilih untuk dirinya, sebagaimana disebutkan dalam hadits qudsi: “Puasa adalah untukku dan Saya sendiri yang akan membalasnya, dia rela meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya demi Aku”. (Muttafaqun ‘alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Sa’id al-Khudri -radhiallohuanhu- , beliau berkata: Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- bersabda: “Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan dengan (puasa) sehari tersebut Allah akan menjauhkan wajahnya dari neraka sejauh 70 tahun”. (Muttafaqun ‘alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Muslim juga meriwayatkan dari Abu Qatadah -radhialluanhu- , dari Nabi -shollallahu alaihi wa sallam-, beliau bersabda: “Puasa pada hari Arafah, saya harap Allah akan menghapus (dosa) setahun sebelum dan setelahnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memperbanyak Takbir dan Dzikir. Sebagaimana firman Allah ta’ala: “Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan. (QS. al-Hajj: 28) Yang dimaksud adalah 10 hari pertama dari bulan Dzul Hijjah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam al-Bukhari menyebutkan riwayat dar Ibnu Umar dan Abi Hurairah -radhiallohuanhu- , bahwa  mereka berdua pernah keluar ke pasar pada sepuluh hari (bulan Dzul Hijjah) sambil bertakbir dan orang-orang pun bertakbir mengikuti takbir keduanya. Dan diriwayatkan pula oleh Ishaq  dari para Ahli Fikih kalangan Tabi’in, bahwa pada hari-hari tersebut mereka mengucapkan: Dan dianjurkan (bagi laki-laki, pen) untuk mengeraskan suara takbir di pasar-pasar, rumah-rumah, jalan-jalan, masjid-masjid dan lainnya. Allah ta’âlâ berfirman: وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya. (QS. al-Baqarah: 185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi tidak boleh mengucapkan takbir secara berjama’ah dengan satu lafazh dan suara, sebab hal itu adalah amalan yang tidak pernah dinukil dari kaum Salaf. Namun sunnahnya adalah takbir sendiri-sendiri, dan ini berlaku untuk semua  jenis dzikir dan do’a, kecuali bagi orang yang belum tahu, maka ia boleh meniru yang lainnya sampai dia mengerti. Dibolehkan pula berdzikir dengan lafazh termudah berupa bertakbir, tahmid, tasbih dan semua do’a yang disyariatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bertaubat dan Meninggalkan Segala Jenis Maksiat dan Dosa Serta Mengamalkan Hal-Hal yang Mendatangkan Ampunan dan Rahmat. Karena maksiat menyebabkan seseorang jauh dari rahmat Allah dan ampunan-Nya, sedangkan ketaatan adalah faktor penyebab kedekatan dan kasih sayang-Nya. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah -radhiallahuanhu- dalam haditsnya, bahwa Nabi -shollallahu alaihi wa sallam- bersabda: “Sesungguhnya Allah itu cemburu dan cemburunya Allah adalah apabila seseorang mendatangi apa-apa yang Allah haramkan”. (Muttafaqun ‘alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Memperbanyak Amalan-Amalan Sunnah. Yang berupa ibadah-ibadah sunnah, seperti shalat, shadaqah, jihad, membaca al-Qur`an, amar ma’ruf nahi mungkar dan lainnya, yang mana semua ibadah tersebut pada 10 hari ini akan dilipatgandakan oleh Allah. Bahkan amalan dapat menjadi lebih utama dan lebih dicintai oleh Allah dari pada amalan yang utama pada waktu-waktu yang lain, sekalipun itu jihad yang merupakan amalan yang paling utama, kecuali apabila jiwa dan raganya tidak kembali lagi (mati syahid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pada Hari-Hari tersebut Disyariatkan Takbir Secara Mutlak di Setiap Waktu. Baik malam maupun siang hingga waktu  shalat Ied. Dan disyariatkan pula untuk mengerjakan takbir muqoyyad (terikat dengan waktu), yaitu itu  setelah shalat-shalat wajib yang dilaksanakan dengan berjama’ah. Dan itu dimulai dimulai sejak fajar pada hari  Arafah bagi selain jama’ah haji. Adapun bagi jama’ah haji, maka dimulai sejak waktu dzuhur pada hari nahr (10 Dzul Hijjah). Dan hal itu berlangsung sampai datangnya waktu asar pada akhir hari-hari Tasyriq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Disyariatkan Berkurban pada pada Hari Nahr (10 Dzul Hijjah) dan pada hari-hari Tasyriq. Dan ini adalah sunnah Nabi Ibrahim -alaihisallam- , tatkala (beliau diperintahkan untuk menyembelih anaknya, Isma’il, pen) Allah mengganti anak beliau dengan domba yang besar. Dalam sebuah riwayat shahih disebutkan: “Bahwasanya Nabi -shollallahu alaihi wa sallam- berkurban dengan dua ekor domba yang berwarna amlah (putih bercampur hitam) yang bertanduk dan beliau menyembelih dengan tangannya sendiri. Beliau membaca bismillah, bertakbir, dan meletakkan kakinya di atas pelipis kedua hewan itu”. (HR. al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Imam Muslim dan lainnya meriwayatkan dari Umi Salamah -radhiallahu anha-, bahwa Nabi -shollallahu alahi wa sallam- bersabda: “Apabila kalian antara telah melihat hilal muncul (tanggal 1) Dzul Hijjah sementara itu seorang di antara kalian ingin berkurban, hendaklah ia menahan (tidak memotong) memotong rambut dan kuku-kukunya”. Di dalam riwayat yang lain disebutkan:” Jangan sekali-kali ia memotong rambut dan kukunya sampai menyembelih hewan kurbannya. Dan barangkali itu dilakukan untuk menyamai orang-orang haji yang menggiring hadyu/kurban (untuk disembelih)”. Allah ta’âlâ berfirman: “Dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihannya”. (QS. al-Baqarah: 196) Dan larangan di sini menurut zhahir teksnya adalah khusus bagi pemilik hewan kurban dan tidak tidak “&gt;mencakup istri dan anak-anaknya, kecuali apabila di antara mereka ada yang memiliki hewan kurban sendiri. Namun tidak mengapa menyiram kepala dan memijatnya walaupun mengakibatkan sedikit rontok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Wajib bagi setiap Muslim untuk Semangat Menjalankan Shalat Ied, Menghadiri Khutbah dan Mengambil Faedah-Faedah Ilmu yang Telah Disampaikan serta Mengetahui Hikmah dibalik Syariat Hari Raya. Hikmah tersebut adalah, bahwa hari  raya adalah hari untuk bersyukur dan beramal kebaikan, maka jangan sampai ia menjadikannya hari yang lebih jelek, hari  kesombongan, hari kemaksiatan dan berfoya-riya dengan hal-hal yang diharamkan, seperti musik, menonton bioskop, meminum minuman keras dan lainnya, yang mana itu dapat menghapus amalan-amalan shalih yang telah dilakukannya pada 10 hari Dzul Hijjah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Dan Setelah Hari-Hari tersebut berlalu, Hendaklah Setiap Muslim -Laki-Laki dan Wanita- Menyibukkan Diri dengan Ketaatan Kepada Allah. Dengan berdzikir, bersyukur, menjalankan kewajiban-kewajiban , menjalankan larangan-larangan dan memanfaatkan waktu-waktu yang diberikan oleh Allah demi mencapai ridhanya. Hanya Allah-lah Rabb Pemberi Taufiq hamba-hamba- Nya kepada jalan kebenaran. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Muhammad -shollallahu alaihi wa sallam- , keluarga dan para Sahabat -radhiallahu anhum-.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3527973452979458516-1553067205010233102?l=armawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armawi.blogspot.com/feeds/1553067205010233102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3527973452979458516&amp;postID=1553067205010233102&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3527973452979458516/posts/default/1553067205010233102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3527973452979458516/posts/default/1553067205010233102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armawi.blogspot.com/2009/11/10-dzulhijjah.html' title='10 Dzulhijjah'/><author><name>my Blogs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06277553126216828355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8aB3d6tXJ14/SYY_M7LhzqI/AAAAAAAAACo/tcRczAvIeIQ/S220/maw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3527973452979458516.post-3576092865105970083</id><published>2009-11-11T17:08:00.000-08:00</published><updated>2009-11-11T17:10:04.629-08:00</updated><title type='text'>Anjuran Menuntut Ilmu</title><content type='html'>Islam merupakan agama yang punya perhatian besar kepada ilmu pengetahuan. Islam sangat menekankan umatnya untuk terus menuntut ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat Ar-Rahman, Allah menjelaskan bahwa diri-Nya adalah pengajar (‘Allamahu al-Bayan) bagi umat Islam. Dalam agama-agama lain selain Islam kita tidak akan menemukan bahwa wahyu pertama yang diturunkan adalah perintah untuk belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat pertama yang diturunkan Allah adalah Surat Al-‘Alaq, di dalam ayat itu Allah memerintahan kita untuk membaca dan belajar. Allah mengajarkan kita dengan qalam – yang sering kita artikan dengan pena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi sebenarnya kata qalam juga dapat diartikan sebagai sesuatu yang yang dapat dipergunakan untuk mentransfer ilmu kepada orang lain. Kata Qalam tidak diletakkan dalam pengertian yang sempit. Sehingga pada setiap zaman kata qalam dapat memiliki arti yang lebih banyak. Seperti pada zaman sekarang, komputer dan segala perangkatnya termasuk internet bisa diartikan sebagai penafsiran kata qalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat Al-‘Alaq, Allah Swt memerintahkan kita agar menerangkan ilmu. Setelah itu kewajiban kedua adalah mentransfer ilmu tersebut kepada generasi berikutnya. Dalam hal pendidikan, ada dua kesimpulan yang dapat kita ambil dari firman Allah Swt tersebut; yaitu Pertama, kita belajar dan mendapatkan ilmu yang sebanyak-banyaknya. Kedua, berkenaan dengan penelitian yang dalam ayat tersebut digunakan kata qalam yang dapat kita artikan sebagai alat untuk mencatat dan meneliti yang nantinya akan menjadi warisan kita kepada generasi berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ajaran Islam, baik dalam ayat Qur’an maupun hadits, bahwa ilmu pengetahuan paling tinggi nilainya melebihi hal-hal lain. Bahkan sifat Allah Swt adalah Dia memiliki ilmu yang Maha Mengetahui. Seorang penyair besar Islam mengungkapkan bahwa kekuatan suatu bangsa berada pada ilmu. Saat ini kekuatan tidak bertumpu pada kekuatan fisik dan harta, tetapi kekuatan dalam hal ilmu pengetahuan. Orang yang tinggi di hadapan Allah Swt adalah mereka yang berilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad Saw menganjurkan kita untuk menuntut ilmu sampai ke liang lahat. Tidak ada Nabi lain yang begitu besar perhatian dan penekanannya pada kewajiban menuntut ilmu sedetail nabi Muhammad Saw. Maka bukan hal yang asing jika waktu itu kita mendengar bahwa Islam memegang peradaban penting dalam ilmu pengetahuan. Semua cabang ilmu pengetahuan waktu itu didominasi oleh Islam yang dibangun oleh para ilmuwan Islam pada zaman itu yang berawal dari kota Madinah, Spanyol, Cordova dan negara-negara lainnya. Itulah zaman yang kita kenal dengan zaman keemasan Islam, walaupun setelah itu Islam mengalami kemunduran. Di zaman itu, di mana negara-negara di Eropa belum ada yang membangun perguruan tinggi, negara-negara Islam telah banyak membangun pusat-pusat studi pengetahun. Sekarang tugas kita untuk mengembalikan masa kejayaan Islam seperti dulu melalui berbagai lembaga keilmuan yang ada di negara-negara Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al-Qur’an sudah dijelaskan bahwa orang yang mulia di sisi Allah hanya karena dua hal; karena imannya dan karena ketinggian ilmunya. Bukan karena jabatan atau hartanya. Karena itu dapat kita ambil kesimpulan bawa ilmu pengetahuan harus disandingkan dengan iman. Tidak bisa dipisahkan antara keduanya. Perpaduan antara ilmu pengetahuan dan iman akan menghasilkan peradaban yang baik yang disebut dengan Al-Madinah al-Fadhilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menuntut ilmu tidak mengenal waktu, dan juga tidak mengenal gender. Pria dan wanita punya kesempatan yang sama untuk menuntut ilmu. Sehingga setiap orang, baik pria maupun wanita bisa mengembangkan potensi yang diberikan oleh Allah Swt kepada kita sehingga potensi itu berkembang dan sampai kepada kesempurnaan yang diharapkan. Karena itulah, agama menganggap bahwa menuntut ilmu itu termasuk bagian dari ibadah. Ibadah tidak terbatas kepada masalah shalat, puasa, haji, dan zakat. Bahkan menuntut ilmu itu dianggap sebagai ibadah yang utama, karena dengan ilmulah kita bisa melaksanakan ibadah-ibadah yang lainnya dengan benar. Imam Ja’far As-Shadiq pernah berkata: “Aku sangat senang dan sangat ingin agar orang-orang yang dekat denganku dan mencintaiku, mereka dapat belajar agama, dan supaya ada di atas kepala mereka cambuk yang siap mencambuknya ketika ia bermalas-malasan untuk menuntut ilmu agama”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran agama Islam yang menekankan kewajiban menuntut ilmu tanpa mengenal gender. Karena menuntut ilmu sangat bermanfaat dan setiap ilmu pasti bemanfaat. Kalau kita dapati ilmu yang tidak bermanfaat, hal itu karena faktor-faktor lain yang mempengaruhinya. Sedangkan ilmu itu sendiri pasti sesuatu yang bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source: http://amasreev.blogspot.com/2009/10/anjuran-menuntut-ilmu.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3527973452979458516-3576092865105970083?l=armawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armawi.blogspot.com/feeds/3576092865105970083/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3527973452979458516&amp;postID=3576092865105970083&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3527973452979458516/posts/default/3576092865105970083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3527973452979458516/posts/default/3576092865105970083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armawi.blogspot.com/2009/11/anjuran-menuntut-ilmu.html' title='Anjuran Menuntut Ilmu'/><author><name>my Blogs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06277553126216828355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8aB3d6tXJ14/SYY_M7LhzqI/AAAAAAAAACo/tcRczAvIeIQ/S220/maw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3527973452979458516.post-5279196410644908038</id><published>2009-08-20T00:17:00.000-07:00</published><updated>2010-07-26T02:03:49.803-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kepemimpinan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menjadi lebih baik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hari yang lebih baik'/><title type='text'>Menjadi Manusia yang Lebih Baik dari Kemarin</title><content type='html'>Ada sebuah pertanyaan yang agak bodoh. Jika orang ditanya; "Mau pilih untung atau rugi?" Pastilah dia memilih untung. Memangnya siapa diantara kita yang mau rugi? Apalagi kalau ditanya; "Kamu mau bangkrut atau tidak?" Hah! Rugi saja tidak mau, apalagi kalau sampai bangkrut. Ya jelas tidaklah. Tapi, tunggu dulu. Kira-kira, mengapa ada orang yang begitu dungunya hingga bersusah payah menyampaikan pertanyaan pilon itu? Ternyata pertanyaan itu memang layak diajukan kepada kita. Karena, meskipun secara konsepsi kita tidak ingin rugi, namun perilaku kita sehari-hari menunjukkan bahwa kita sedang menuju kepada kerugian. Anda yang merasa tidak pernah rugi dalam berbisnis &lt;br /&gt;mungkin menyangkalnya. Namun, benarkah demikian? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaman dahulu kala, ada seorang lelaki yang dijuluki sebagai `Al-Amien'. Artinya, orang yang terpercaya. Dikemudian hari, Al-Amien ini disebut-sebut sebagai Sang Utusan. Pada suatu hari, beliau melintasi sebuah kota. Kepada orang-orang dikota beliau bertanya; "apakah kalian tahu apa artinya untung, rugi, dan bangkrut?" Sungguh, itu pertanyaan gampang. Sehingga setiap orang bisa menjawabnya dengan mudah. Namun, tak satupun dari jawaban itu yang memuaskan sang utusan. Lalu dia berkata "Orang-orang yang beruntung adalah mereka yang dihari ini, lebih baik dari hari kemarin. Mereka yang tidak lebih baik dari hari kemarin, adalah orang-orang yang merugi. Sedangkan jika dihari ini dirinya lebih buruk dari hari kemarin, maka mereka adalah orang-orang yang bangkrut."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi untuk menilai apakah kita untung, rugi atau bangkrut caranya sederhana, yaitu; membandingkan hari ini dengan hari kemarin sebagai acuan. Jika kita bisa menjadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka kita sungguh menjadi orang yang beruntung itu. Namun, seandainya kita hanya bisa menjalani hari ini dengan nilai yang &lt;br /&gt;setara dengan hari kemarin, maka sesungguhnya kita ini merugi. Apalagi seandainya dihari ini, perilaku kita, sikap kita, cara berpikir kita lebih buruk dari hari kemarin. Maka, kita masuk kedalam kelompok orang-orang yang bangkrut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita cenderung menggunakan jumlah uang, harta kekayaan, dan kesuksesan dalam karir untuk mengukur untung dan rugi. Hari ini, kita diajak untuk melihat untung dan rugi dengan perspektif lain. Dengan menggunakan konsep `pertumbuhan'. Yaitu, konsep untuk bertumbuh. Terus bertumbuh. Dan terus bertumbuh dari hari kemarin, menuju ke &lt;br /&gt;hari ini, dan melanjutkannya ke hari esok. Konsep ini, tidak hanya berlaku bagi orang-orang yang sedang membangun kesuksesan non-material belaka. Anda yang tengah berfokus kepada kesuksesan material juga bisa menggunakannya sebagai sarana untuk meningkatkan kinerja kapital anda. Jika anda mendapatkan seribu rupiah kemarin, anda mesti mendapatkan lebih dari seribu hari ini. Jika tidak, maka artinya anda rugi, atau malah bangkrut. Dari sudut pandang ilmu ekonomi, uang seribu rupiah  hari ini nilainya lebih rendah dari seribu rupiah kemarin sebagai konsekuensi dari inflasi. Jadi, hikmah yang diajarkan seribu limaratus tahun lalu ini sungguh sangat relevan dihari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, memang benar bahwa untuk sesaat kita perlu keluar dari alam materialistik menuju kepada dimensi non-materialistik. Toh, tubuh kita terdiri dari dua bagian penting; fisik dan non-fisik. Komponen fisik dibangun oleh unsur-unsur material. Sedangkan komponen non-fisik disusun oleh unsur-unsur non-material. Oleh karenanya, untuk menjadikan diri kita utuh; kita harus bersedia menembus hal-hal non-material itu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perspektif non-fisik, konsep ini mengisyaratkan dua aspek penting. Aspek pertama berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan atau keahlian. Pendek kata, kita ditantang untuk memastikan bahwa pengetahuan kita hari ini lebih banyak atau lebih baik dari hari kemarin. Maknanya? Kita mesti benar-benar menerapkan apa yang biasa kita sebut sebagai `long life learning process'. Ibu saya yang tidak berbahasa Inggris menasihatkan;`Ulah liren diajar'. Artinya, `jangan pernah berhenti belajar'. Dan itu betul. Sebab, jika kita berhenti belajar, maka pengetahuan kita dihari ini tidak lebih baik dari hari kemarin. Jika demikian, kita tidak termasuk orang yang beruntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek kedua berhubungan dengan perilaku, sikap serta tindak-tanduk kita. Aspek ini bisa menjadi lebih penting bobotnya dari yang pertama. Karena, kita sudah tahu bahwa sikap bisa berarti segala-galanya. Orang yang sikapnya buruk, kemampuan belajarnya juga buruk. Sehingga dengan sikap buruk, kita tidak bisa mengadopsi keterampilan &lt;br /&gt;dan keahlian yang lebih baik. Seorang karyawan yang bersikap buruk ditempat kerja, tidak akan bersedia untuk mempelajari hal baru. Menangani tugas-tugas tambahan. Atau melatih diri untuk mengasah keahlian. Seorang karyawan yang berpikiran dan berprasangka buruk pun demikian. Apapapun yang dilakukan atasannya, akan dicurigai dan disikapi dengan buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, orang-orang yang bersikap baik. Berpikir positif. Membuka diri terhadap kritik. Pastilah akan mendapatkan peningkatan bermakna hampir dalam segala hal. Bahkan, sekalipun memang benar bahwa atasannya memperlakukan dia secara tidak adil. Memangnya, kita bisa selalu bersikap positif untuk setiap tindakan buruk yang dilakukan &lt;br /&gt;oleh orang lain kepada kita? Memangnya, kita selalu bisa bersikap positif untuk peristiwa-peristiwa menyakitkan yang menimpa kita? Tentu saja bisa. Mengapa? Karena, kita semua mengetahui dan meyakini bahwa dalam setiap peristiwa; ada sisi baik dan ada sisi buruk. Bahkan, kejadian yang baikpun ada sisi buruknya. Sebaliknya, &lt;br /&gt;peristiwa buruk selalu ada sisi baiknya. Itulah sebabnya kita mempunyai istilah; `dua sisi mata uang'. Mana ada uang yang hanya memiliki satu sisi? Sikap yang baik akan membantu kita untuk selalu menemukan sisi baik dari hal apapun yang kita hadapi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai disini, jelas sudah bahwa sesungguhnya, `Al-Amien' mengajari kita tentang sebuah prinsip sederhana, yaitu; "manjadi manusia yang lebih baik, dari hari kehari." Bisakah anda membayangkan seandainya kita menjadi lebih baik setiap hari? Tentu pencapaian kita akan semakin baik dari hari ke hari juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tunggu dulu. Pelajaran kita belum selesai. Sebab, kedua aspek non material yang baru saja kita bahas itu baru menyentuh alam duniawi. Bagi kita yang meyakini bahwa selain dunia ini juga ada alam akhirat; tentu tidak cukup jika hanya mementingkan dan memperjuangkan urusan dunia saja. Urusan akhirat sama pentingnya. Sehingga kalimat &lt;br /&gt;itu selengkapnya berbunyi; `menjadi manusia yang lebih baik dari hari ke hari dimata Tuhan'. Semakin hari, hati kita semakin bersih. Niat kita semakin tulus. Dan kepatuhan kita kepada kehendak Tuhan menjadi semakin tinggi. Bisakah anda membayangkan seandainya dimata Tuhan kita bisa menjadi hamba yang lebih baik setiap hari? Tentu nilai kemanusiaan kita akan semakin meningkat dari hari ke hari juga.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, jika kita ingat doa yang paling sering kita panjatkan. Doa yang berbunyi; "Tuhan, berikanlah kepadaku kebaikan didunia, dan kebaikan diakhirat." Tentu kita juga akan sadar bahwa menjadi lebih baik dalam urusan dunia saja, tidaklah cukup. Mungkin kita untung secara duniawi. Pengetahuan kita semakin bertambah. Keterampilan kita &lt;br /&gt;semakin tinggi. Penghasilan kita semakin banyak. Rumah kontrakan diganti menjadi hunian cicilan. Sepeda motor beroda dua berubah menjadi mobil. Dari naik angkot menjadi menyetir mobil sendiri. Tapi, kalau nilai akhirat kita tidak menjadi lebih baik apa artinya? Apalagi jika semua peningkatan dan kenikmatan hidup itu semakin &lt;br /&gt;menjauhkan diri kita dari aturan Tuhan. Kita untung untuk ukuran dunia, tapi merugi berdasar kriteria akhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sungguh sesuatu yang sangat menakutkan. Menakutkan, karena hidup didunia ini hanya tinggal beberapa saat. Belum tentu umur kita sampai ke tahun depan. Betapapun berhasilnya kita secara duniawi, kenikmatannya hanya bisa dirasakan sementara. Sedangkan akhirat? Dia abadi. Selamanya. Menakutkan jika hanya sempat mengecap nikmat &lt;br /&gt;didunia sesaat. Namun, tidak dapat mengecap nikmat akhirat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika nikmat dunia kita bertambah, namun cara kita bertingkah polah semakin buruk; kita benar-benar bangkrut. Hari ini, sudah Tuhan anugerahkan nikmat yang lebih banyak dari hari kemarin. Tapi, hari ini; kita terlenakan dengan kenikmatan itu. Sampai-sampai kita &lt;br /&gt;berpikir; `kapan lagi menikmatinya'.  Lalu kita mengumbar semua keinginan. Oh, bagaimana seandainya Tuhan menjadi marah. Marah karena Dia sudah memberi kita nikmat lebih banyak. Namun, bukannya kita menjadi semakin mendekat. Sebaliknya, kita malah menjadi lebih berani menghujat hukum-hukumNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rugi. Bukanlah tentang berapa uang kita yang hilang. Bangkrut. Bukan tentang bisnis yang tumbang. Melainkan tentang gagalnya diri kita untuk menjadi manusia yang lebih baik dari hari kemarin. Jadilah manusia yang lebih baik dari hari kemarin. Jadilah manusia yang lebih baik dari hari kemarin. Jadilah manusia yang lebih baik dari hari &lt;br /&gt;kemarin. Jadilah. Manusia. Yang beruntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hore,&lt;br /&gt;Hari Baru!&lt;br /&gt;Dadang Kadarusman&lt;br /&gt;http://dkadarusman.blogspot.com/&lt;br /&gt;http://www.dadangkadarusman.com/ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan Kaki: &lt;br /&gt;Hanya karena merasa diri lebih baik dari orang lain, tidak berarti kita boleh berhenti disini.&lt;br /&gt;Karena, kesempurnaan itu tiada lain adalah sebuah proses perbaikan diri yang tidak pernah berhenti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3527973452979458516-5279196410644908038?l=armawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armawi.blogspot.com/feeds/5279196410644908038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3527973452979458516&amp;postID=5279196410644908038&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3527973452979458516/posts/default/5279196410644908038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3527973452979458516/posts/default/5279196410644908038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armawi.blogspot.com/2009/08/menjadi-manusia-yang-lebih-baik-dari.html' title='Menjadi Manusia yang Lebih Baik dari Kemarin'/><author><name>my Blogs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06277553126216828355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8aB3d6tXJ14/SYY_M7LhzqI/AAAAAAAAACo/tcRczAvIeIQ/S220/maw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3527973452979458516.post-5350651212782073298</id><published>2009-03-31T20:26:00.000-07:00</published><updated>2009-03-31T20:28:57.188-07:00</updated><title type='text'>11 Sikap yang Fatal dalam Pekerjaan</title><content type='html'>Semakin besar tanggungjawab seseoraang di dalam perusahaan atau pekerjaan, semakin banyak tuntutan yang harus dipenuhi. Percaya ga ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain pekerjaan yang harus dikelola sebaik mungkin, juga pendekatan yang baik&lt;br /&gt;harus dilakukan kepada para rekan kerja, atasan dan bawahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak orang gagal dalam pekerjaan hanya karena sikap-sikap di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Arogansi: merasa diri paling benar dan yang lain salah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Melograma: selalu ingin menjadi pusat perhatian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Volatility: sulit ditebak, bersikap sesuai mood-nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Excessive Caution: takut mengambil keputusan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Habitual Distrust: sikap yang selalu curiga kepada orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Aloofness: sulit dihubungi dan berkomunikasi dengan orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Mischievousness: peraturan dibuat untuk dilanggar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Eccentricity: selalu ingin berbeda, sehingga terkadang dianggap aneh oleh&lt;br /&gt;orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Passive Resistance: tidak yakin dengan apa yang dia katakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Perfectionism: kebanyakan dianggap salah, hanya sedikit yang benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Eagerness to please: mengejar popularitas dalam setiap situasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah Anda memiliki salah satu sikap-sikap di atas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya Anda memikirkan untuk mengelolanya dari sekarang. Lebih cepat lebih baik :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source: http://www.hetpaard.info/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3527973452979458516-5350651212782073298?l=armawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armawi.blogspot.com/feeds/5350651212782073298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3527973452979458516&amp;postID=5350651212782073298&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3527973452979458516/posts/default/5350651212782073298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3527973452979458516/posts/default/5350651212782073298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armawi.blogspot.com/2009/03/11-sikap-yang-fatal-dalam-pekerjaan.html' title='11 Sikap yang Fatal dalam Pekerjaan'/><author><name>my Blogs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06277553126216828355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8aB3d6tXJ14/SYY_M7LhzqI/AAAAAAAAACo/tcRczAvIeIQ/S220/maw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3527973452979458516.post-5818285571173096400</id><published>2009-03-18T18:44:00.000-07:00</published><updated>2009-03-18T18:46:08.120-07:00</updated><title type='text'>Psikologi Komunikasi???</title><content type='html'>Dari bukunya Jalaludin Rahmat BAB I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;Apakah Psikologi Komunikasi Itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi sangat esensial untuk pertumbuhan kepribadian manusia. Kurangnya komunikasi akan menghambat perkembangan kepribadian. Komunikasi amat erat kaitannya dengan perilaku dan pengalaman kesadaran manusia.&lt;br /&gt;Dalam sejarah perkembangannya komunikasi memang dibesaran oleh para peneliti psikologi. Bapak Ilmu Komunikasi yang disebut Wilbur Schramm adalah sarjana psikologi. Kurt Lewin adalah ahli psikologi dinamika kelompok. Komunikasi bukan subdisiplin dari psikologi. Sebagai ilmu, komunikasi dipelajari bermacam-macam disiplin ilmu, antara lain sosiologi dan psikologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang Lingkup Psikologi Komunikasi&lt;br /&gt;Hovland, Janis, dan Kelly, semuanya psikolog, mendefinisikan komunikasi sebagai ”the process by which an individual (the communicator) transmits stimuli (usually verbal) to modify the behavior of other individuals (the audience). Dance mengartikan komunikasi dalam kerangka psikologi behaviorisme sebagai usaha “menimbulkan respon melalui lambang-lambang verbal.”&lt;br /&gt;Kamus psikologi, menyebutkan enam pengertian komunikasi.&lt;br /&gt;1. Penyampaian perubahan energi dari satu tempat ke tempat yang lain seperti dalam sistem saraf atau penyampaian gelombang-gelombang suara.&lt;br /&gt;2. Penyampaian atau penerimaan sinyal atau pesan oleh organisme.&lt;br /&gt;3. Pesan yang disampaikan&lt;br /&gt;4. (Teori Komunikasi) Proses yang dilakukan satu sistem yang lain melalui pengaturan sinyal-sinyal yang disampaikan.&lt;br /&gt;5. (K.Lewin) Pengaruh suatu wilayah persona pada wilayah persona yang lain sehingga perubahan dalam satu wilayah menimbulkan peribahan yang berkaitan pada wilayah lain.&lt;br /&gt;6. Pesan pasien kepada pemberi terapi dalam psikoterapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikologi mencoba menganalisa seluruh komponen yang terlibat dalam proses komunikasi. Pada diri komunikasi, psikologi memberikan karakteristik manusia komunikan serta faktor-faktor internal maupun eksternal yang memengaruhi perilaku komunikasinya. Pada komunikator, psikologi melacak sifat-sifatnya dan bertanya : Apa yang menyebabkan satu sumber komunikasi berhasil dalam memengaruhi orang lain, sementara sumber komunikasi yang lain tidak?&lt;br /&gt;Psikologi juga tertarik pada komunikasi diantara individu : bagaimana pesan dari seorang individu menjadi stimulus yang menimbulkan respon pada individu lainnya. Komunikasi boleh ditujukan untuk memberikan informasi, menghibur, atau memengaruhi. Persuasif sendiri dapat didefinisikan sebagai proses mempengaruhi dan mengendalikan perilaku orang lain melalui pendekatan psikologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri Pendekatan Psikologi Komunikasi&lt;br /&gt;Komunikasi begitu esensial dalam masyarakat manusia sehingga setiap orang yang belajar tentang manusia mesti sesekali waktu menolehnya. Komunikasi telah ditelaah dari berbagai segi : antropologi, biologi, ekonomi, sosiologi, linguistik, psikologi, politik, matematik, enginereering, neurofisiologi, filsafat, dan sebagainya. Sosiologi mempelajari komunikasi dalam kontesks interkasi sosial, dalam mencapai tujuan-tujuan kelompok. Colon Cherry (1964) mendefinisikan komunikasi sebagai, ”usaha untuk membuat suatu satuan sosial dari individu dengan menggunakan bahasa atau tanda. Memiliki bersama serangkaian peraturan untuk berbagai kegiatan mencapai tujuan.”&lt;br /&gt;Psikologi uga meneliti kesadaran dan pengalaman manusia. Psikologi tertama mengarahkan perhatiannya pada perilaku manusia dan mencoba menyimpulkan proses kesadaran yang menyababkan terjadinya perilaku manusia itu. Bila sosiologi melihat komunikasi pada interaksi sosial, filsafat pada hubungan manusia dengan realitas lainnya, psikologi pada perilaku individu komunikan.&lt;br /&gt;Fisher menyebut 4 ciri pendekatan psikologi pada komunikasi : Penerimaan stimuli secara indrawi (sensory reception of stimuli), proses yang mengantarai stimuli dan respon (internal meditation of stimuli), prediksi respon (prediction of response),dan peneguhan respon (reinforcement of responses). Psikologi komunikasi juga melihat bagaimana respon yang terjadi pada masa lalu dapat meramalkan respon yang terjadi pada masa yang akan datang.&lt;br /&gt;George A.Miller membuat definisi psikologi yang mencakup semuanya : Psychology is the science that attempts to describe, predict, and control mental and behavioral event. Dengan demikian, psikologi komunikasi adalah imu yang berusaha menguraikan, meramalkan, dan mengendalikan persistiwa mental dan behavioral dalam komunikasi. Peristiwa mental adalah ”internal meditation of stimuli”, sebagai akibat berlangsungya komunikasi.&lt;br /&gt;Komunikasi adalah peristiwa sosial – peristiwa yang terjadi ketika manusa berinteraksi dengan manusia yang lain. Peristiwa sosial secara psikologis membawa kita pada psikologi sosial. Pendekatan psikologi sosial adalah juga pendekatan psikologi komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan Psikologi Komunikasi&lt;br /&gt;Tanda-tanda komunikasi efektif menimbulkan lima hal :&lt;br /&gt;1. Pengertian : Penerimaan yang cermat dari isi stimuli seperti yang dimaksudkan oleh komunikator&lt;br /&gt;2. Kesenangan : Komunikasi fatis (phatic communication), dimaksudkan menimbulkan kesenangan. Komunikasi inilah yang menjadikan hubungan kita hangat, akrab, dan menyenangkan.&lt;br /&gt;3. Mempengaruhi sikap : Komunikasi persuasif memerlukan pemahaman tentang faktor-faktor pada diri komunikator, dan pesan menimbulkan efek pada komunikate. Persuasi didefiniksikan sebagai ”proses mempengaruhi pendapat, sikap, dan tindakan dengan menggunakan manipulasi psikologis sehingga orang tersebut bertindak seperti atas kehendaknya sendiri.&lt;br /&gt;4. Hubungan sosial yang baik : manusia adalah makhluk sosial yang tidak tahan hidup sendiri. Kita ingin berhubungan dengan orang lain secara positif. Abraham Maslow menyebutnya dengan ”kebutuhan akan cinta” atau ”belongingness”. William Schutz merinci kebuthan dalam tiga hal : kebutuhan untuk menumbuhkan dan mempertahankan hubungan yang memuaskan dengar orang lain dalam hal interaksi dan asosiasi (inclusion), pengendalian dan kekuasaan (control), cinta serta rasa kasih sayang (affection).&lt;br /&gt;5. Tindakan : Persuasi juga ditujukan untuk melahirkan tindakan yang dihendaki. Menimbukan tindakan nyata memang indikator efektivitas yang paling penting. Karena untuk menimbulkan tidakan, kita harus berhasil lebih dulu menanamkan pengertian, membentuk dan menguhan sikap, atau menumbukan hubungan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source by : http://kuliahkomunikasi.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3527973452979458516-5818285571173096400?l=armawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armawi.blogspot.com/feeds/5818285571173096400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3527973452979458516&amp;postID=5818285571173096400&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3527973452979458516/posts/default/5818285571173096400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3527973452979458516/posts/default/5818285571173096400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armawi.blogspot.com/2009/03/psikologi-komunikasi.html' title='Psikologi Komunikasi???'/><author><name>my Blogs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06277553126216828355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8aB3d6tXJ14/SYY_M7LhzqI/AAAAAAAAACo/tcRczAvIeIQ/S220/maw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
